Kepulan Senja Teruntuk senja yang berangsur purnama Gelapmu adalah sepi bagiku Dinginmu jadi selimut jiwaku Dan malamku jadi malam tanpa nafas Adam Pada senja yang berangsur purnama Nafasmu bagaikan sepucuk surat cinta masa lalu Aromamu bak kepulan asap dari sebatang rokok Dan ucapmu senada melodi rindu pada dentingan piano romansa Senja, kini merangkak pada pembaringannya Purnamapun bergerak pada pangkuannya Tapi kamu biarkan matamu menutupi hatiku Sedang aku mati pada hati yang menggantung Baca juga: Puisi-puisi Paskal Kedang Teruntuk Perjumpaan Masih perlukah aku sadar Jika berdiri hanya membuatku jatuh Duduk buatku lemah Dan tegarku buatku sakit? Atau haruskah aku bertanya Ada namakah dalam diammu? Atau, setidaknya tanya yang juga kutanyakan Adakah diriku dalam sepimu? Terus menerus kusembunyi Namun waktu tidak bisa diam Mencemoohku dengan sin...