Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Puisi-puisi Paskal Kedang

Adventus   di balik jendela, berdiri si ibu, memandang langkah anaknya yang kian mendekat.   di depan pintu, duduk si ibu, menyambut anaknya dengan sekumpul tanya.   di dalam rumah ada cerita, tentang yang lalu dan yang akan datang.   ( Desember 2020 ) Hari Ini di Kelas   hari ini di kelas: ada ribut yang gelisah ada tenang yang hampir pamit kursi-kursi berteriak pintu dan jendela merengut   ada yang masih setia, tapi lesu “begitukah wajah pertiwi nanti?” pena dan buku meratap   ( April 2021 ) Baca juga:  Kumpulan Pantun Frater-Frater Unit Efrata Kita, Sepasang   kita sepasang kaki pada tanah yang miskin asa kita tanam sejuta hidup, luas sekali lalu laut jadi tempat tidur sebentar   kita sepasang tangan merawat rindu pada lembar-lembar kusam lalu tidur selepas desah napas masing-masing tapi, kita jauh sekali   kita, dua hati yang terlalu ingat diri lupa tempat kita berpijak angkuh pada t...

Kumpulan Pantun Frater-frater Unit Efrata

  Pantun Berkait (Rommy Sogen) Cinta Sebelah Tangan Mendung tiba gugur gerimis Pertanda kemarau pamit pergi Kalaulah abang bermulut manis Mengapa adinda tak angkat kaki Mendung tiba gugur gerimis Pertanda kemarau pamit pergi Kalau adinda sisakan tangis Masihkah abang ada di hati Mendung tiba gugur gerimis Pertanda kemarau pamit pergi Jika cinta tak lagi pedis Lalu mengapa kita tak sudi Mendung tiba gugur gerimis Pertanda kemarau pamit pergi Sudahlah adinda cinta tak lagi praktis Untuk rindu kita yang kian sepi tanpa sunyi Teruntuk Saudariku Gading panjang kemilau di atas bahu Selendang rindang sudah teruntai Perkara cinta sudah menyatu Kini saatnya saudari pergi Gading panjang kemilau di atas bahu Selendang rindang sudah teruntai Betapa berat berpisah denganmu Apalah daya janji sudah terurai Gading panjang kemilau di atas bahu Selendang rindang sudah terurai Hati kami gundah walau setuju Merelakan dikau pergi bukan sehari Gading panjang kemilau sudah dipangku Selendang rindang suda...

Revolusi Digital dan Krisis Kemanusiaan: Membaca Budi Hardiman dalam Buku "Aku Klik maka Aku Ada" | Naldy Roo

    “Saat ini seolah tidak ada yang lebih pasti dari pada itu. Dengan kepastian dalam layar itu, homo sapiens berubah menjadi homo digitalis”.   Pendahuluan Kita hidup dan tinggal di sebuah lingkaran revolusi digital. Lingkaran yang memperlihatkan menipisnya perbedaan aktivitas umat manusia antara dunia maya di gawai dan dunia nyata di kehidupan nyata. Setiap orang berusaha sedemikian rupa dan menarik menjalin relasi atau membangun koneksi aktivitas dalam dunia maya dan mengabaikan relasi maupun aktivitas di dunia nyata, entah secara individual maupun kolektif. Oleh karena itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa berbagai dampak dan pengaruh terhadap ritme kehidupan umat manusia. Di satu sisi, perkembangan revolusi digital mampu memperlancar berbagai aktivitas manusia di berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, kebudayaan, dan bidang-bidang lainnya. Namun, terlepas dari berbagai aspek positif di atas, tawara...

Puisi-puisi Jepo Sulaona

  Surat Rinduku untuk Bangsa ( m engenang hari pahlawan 10 November)   Pada deretan syair pujangga bangsa aku titipkan surat rindu yang mengenang kalbu pada tangisan seru yang merenggut jiwa dan raga mengalir air mata berserakan darah pada debu jatuh, tersungkur, tergeletak hingga bermandikan kuntum bunga dan debu tanah sendiri   hari ini izinkanlah aku memeluk waktu, detik-detik proklamsi bernarasi mimpiku menghitung jejak pejuang tangguh perihal tanah yang gagah pada lima butir b h ineka bernamakan PANCASILA   dalam doa, lekas bangun sebelum fajar dan pergi sebelum senja mengasah senjata juang, membakar obor semangat merah dan putih bersatu melawan bangsa sendiri yang masih ada diri dan duri tajam menusuk diri orang lain pada nusa dan bangsa yang terus direnggut zaman   perihal rindu pun perlu dikenangkan waktu hingga mengenang hari bersejarah pun perlu dicerita tentang pahlawan kita yang bercinta merah dan put...

Dead Poets Society: Sebuah Perjalanan Menuju Carpe Diem | Paskal Kedang

  1.       Pengantar      Seorang guru yang mengajar karena panggilan jiwa serta memiliki misi untuk mengantarkan anak didiknya kepada kehidupan yang lebih baik dalam seluruh aspek akan mampu mengalirkan energi positif kepada setiap muridnya. Kurang lebih, sosok guru yang seperti ini sudah digambarkan dengan sangat jelas dalam diri seorang Mr. Keating, salah satu tokoh sentral dalam film Dead Poets Society . Film ini menyuguhkan sebuah tontonan yang sangat menarik tentang dunia pendidikan (di sekolah dan di keluarga), tentang peran seorang guru yang sangat urgen dalam membentuk kepribadian seorang murid. Mengusung misi carpe diem , Mr. Keating dengan sangat berani mengambil langkah untuk sedikit berbelok dari seluruh kebiasaan dan tradisi yang sudah lama dan kuat mengakar di Akademi Welton, sebuah sekolah khusus laki-laki yang sangat terkenal pada masa itu. Carpe diem yang dibawa oleh Mr. Keating itu ternyata berhasil mengantar para muridnya...

Moralitas Kant dalam Pendidikan Formal | Opini Raldi Sastra

              Pendidikan merupakan suatu metode pembelajaran yang penting diterima semua orang agar kehidupan seseorang dapat terarah ke suatu tujuan yang jelas. Tujuan itu bisa saja menuju ke arah yang baik atau buruk, bergantung pada apa yang diajarkan kepada seseorang. Ada tiga jenis ruang lingkup pendidikan yang kita semua peroleh yaitu pendidikan informal (pendidikan ini didapatkan dari lingkungan keluarga), pendidikan formal (pendidikan ini didapatkan dari organisasi tertentu, seperti sekolah atau universitas), dan pendidikan non-formal (pendidikan ini didapatkan dari berbagai usaha khusus di luar sekolah, seperti di kelompok masyarakat). [1] Ketiga jenis ruang lingkup pendidikan itu menjadi suatu hal yang penting dipelajari oleh seseorang dalam menjalani kehidupan setiap hari.             Dari ketiga jenis ruang lingkup di atas, pendidikan informal menjadi fak...