Langsung ke konten utama

Postingan

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...
Postingan terbaru

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Laporan Hasil Kegiatan: “Bantuan Kepada Masyarakat Kecil”

  Laporan Hasil Kegiatan “Bantuan Kepada Masyarakat Kecil”   A.     Nama kegiatan Kegiatan Amal kasih: Bantuan kepada masyarakat kecil B.      Latar belakang Kegiatan amal berupa bantuan sosial kepada masyarakat kecil merupakan suatu wujud keberpihakan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Kegiatan ini berangkat dari refleksi para frater unit Efrata terhadap praktik hidup konsumtif dan kompetitif yang cenderung mengabaikan keberadaan orang-orang kecil yang sangat membutuhkan bantuan di lingkungan sekitar. Pada bulan Januari 2025 lalu, kegiatan ini dirancang sebagai sebuah program staf unit (Periode 2025/Semester Genap) dalam rancangan program tahunan unit Efrata. Salah satu faktor dasar perancangan program ini ialah panggilan pengabdian kepada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan bantuan. Dengan dorongan semangat Prapaskah tahun ini, para frater unit Efrata melatih mena...

Anggota Unit Efrata Gere Pungut Sampah Plastik Bersama

  Anggota Unit Efrata Gere Pungut Sampah Plastik Bersama Anggota Unit Efrata Gere melakukan kerja bakti pemungutan sampah plastik bersama di sepanjang jalan raya Ledalero-Ribang pada Sabtu, 29 Meret 2025. Lokasi pemungutan sampah yang menjadi tanggung jawab unit Efrata dimulai dari jalan di depan gerbang IFTK Ledalero dan berakhir di depan SD Ribang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi PU (pekerjaan umum) komunitas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sebagai bentuk teladan kepada masyarakat umum untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap alam sekitar yang sedang terluka. Dalam kegiatan itu terdapat 9 unit Fraters yang dilibatkan dalam program tersebut, salah satunya Unit Efrata Gere. Rombongan Efrata yang berjumlah 28 orang tersebut mulai bergerak ke lokasi pemungutan sampah pada pukul 08:15. Cuaca pagi yang cerah pada waktu itu turut memacu semangat para frater unit Efrata untuk giat melaksanakan pekerjaan mereka. Terlihat jelas dari wajah mere...

Para Frater Wisma Efrata Rekreasi Bersama Anak-anak Truk F

  Para Frater Wisma Efrata Rekreasi Bersama Anak-anak Truk F           Minggu, 9 Maret 2025, menjadi hari yang penuh keceriaan bagi anak-anak Shelter Truk F. Para Frater Wisma Efrata mengadakan kegiatan rekreasi bersama di Pantai Krokowolon, yang tidak hanya menyuguhkan keseruan, tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan ini merupakan program dari seksi JPIC Fratres Ledalero yang dipercayakan kepada para frater wisma Efrata. Kegaiatan ini diawali dengan misa bersama di Truk F, dipimpin oleh P. Kharis Djuwa, SVD, sebagai pembuka acara yang penuh makna.           Sr. Ikha, pemimpin Shelter Truk F, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para frater yang telah meluangkan waktu untuk mengadakan rekreasi ini. “Terima kasih banyak kepada para Frater yang telah menyediakan waktu untuk anak-anak Shelter. Mereka sangat senang karena sudah hampir dua bulan tidak ada kegiatan rekreasi seperti ini,” uj...

MELANGKAH DI PADANG GURUN: MENEMUKAN KEKUATAN DALAM KELEMAHAN (Fr. Sean Leon)

   MELANGKAH DI PADANG GURUN: MENEMUKAN KEKUATAN DALAM KELEMAHAN (Fr. Sean Leon) Bacaan Injil: Lukas 4:1-13 Catatan: Alangkah baik jika Anda membaca Injil Lukas 4:1-13 terlebih dahulu sebelum membaca renungan sederhana berikut.   Saudara/I yang terkasih di dalam Kristus, Injil hari ini menggambarkan pencobaan Yesus oleh Iblis di padang gurun setelah Dia dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Ini adalah momen penting dalam kehidupan Yesus, di mana Dia, sebagai manusia sejati, menghadapi godaan yang menggambarkan tiga dimensi pencobaan manusia: kebutuhan fisik, kekuasaan duniawi, dan kesombongan spiritual. Namun, Yesus, sebagai Anak Allah, mengalahkan semua pencobaan ini dengan berpegang pada Sabda Allah. Ini menunjukkan ketaatan-Nya yang sempurna kepada kehendak Bapa, sekaligus menggenapi peran-Nya sebagai Adam baru yang tidak jatuh dalam godaan, berbeda dengan Adam pertama di Taman Eden. Mari kita dalami ketiga dimensi peristiwa pencobaan Yesus di Padang gurun ...

Anugerah Sebagai Paradoks Ilahi (Refleksi atas Teks LUK. 5:27-32) Oleh Fr. Sean Leon

  ANUGERAH SEBAGAI PARADOKS ILAHI (REFLEKSI ATAS TEKS LUK. 5:27-32) Oleh: S. Leon Renungan ini sedikit berciri filosofis dan teologis, di bawah judul: Anugerah sebagai Paradoks Ilahi . Setelah membaca dan merenungkan injil hari ini, saya melihat bahwa keseluruhan isi teks berbicara tentang panggilan Lewi, pertobatannya dan perjamuan makan bersama dengan Yesus. Kisah ini merupakan sebuah anugerah yang paradoks, di mana yang Ilahi rela merendahkan dirinya untuk mengangkat mereka yang hina dan terpinggirkan. Ada tiga poin penting yang saya refleksikan tentang anugerah sebagai paradoks ilahi: I. Anugerah melampaui Hierarki Sosial dan Etika Konvensional Pemanggilan Lewi, seorang pemungut cukai, oleh Yesus (ay. 27) bukan sekadar tindakan kasih, melainkan sebuah dekonstruksi radikal terhadap struktur sosial dan etika yang berlaku pada zamannya. Dalam konteks filsafat moral, tindakan ini dapat dilihat sebagai penolakan terhadap dualisme moral yang memisahkan manusia menjadi "baik...