Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Superbia in Praelio | Valen Ukat

  Sama saudara yang terkasih dalam Kristus Tuhan Pada November 1865, seorang pendeta bernama Arthur Connell  diangkat menjadi Kepala  Gereja   St.Mark's  di  West   Gorton , sebuah distrik di  Timur   Manchester ,  Inggris . Kita ingat bahwa pada masa-masa itu revolusi industri di Inggris baru saja menunjukkan dampak negatifnya berupa penguasaan barang-barang produksi secara individual dan perampasan tanah oleh sebagian orang kaya yang kemudian menciptakan kesenjangan ekonomi dan sosial yang sangat besar di kalangan masyarakat Inggris waktu itu (Karl Marx yang waktu itu sedang sedang lalu lalang di Inggris  sebagai jurnalis dan penulis dengan nama samaran "Monsieur Ramboz" mencatat semua fenonema ini dalam bukunya, Das Kapital , buku I). Karena situasi ekonomi yang tidak memungkinkan tersebut, tingkat kekerasan dan pengangguran menjadi sangat tinggi di Inggris waktu itu. Anak-anak muda yang lahir dari keluarga yang kehilan...

Menjadi Terang bagi yang Lain ( Menyelami Hidup Yesef Freinademetz dalam Terang Markus 4:21-25) | Benja Kofi

  Saudara-saudara yang terkasih Setiap orang dipanggil untuk menjadi pembawa terang. Terang adalah lambang kebenaran di tengah kegelapan, terang menyingkap kegelapan. Seperti pelita di tengah kegelapan, demikian pula kehadiran setiap orang di tengah dunia, mesti membawa kebaikan dan sukacita. Untuk dapat menjadi terang seseorang harus melewati sebuah proses panjang dan proses itu berjalan sepanjang hayat. Menjadi terang tidak datang dengan sendirinya. Pertama-tama dimulai dengan sikap membuka diri. Membuka diri memungkinkan setiap orang untuk merasa bersalah terhadap yang lain, merasakan kehadiran orang lain. Orang lain dipahami sebagai kehadiran Dia yang Transenden, yakni Allah yang melampaui ruang dan waktu. Dengan membuka diri kita menjadi siap ‘menanggung’ suatu kedatangan. Setiap orang dalam kedatangannya memberi dan memperkaya satu sama lain. Kedatangan orang lain memberi kepekaan akan kemanusiaan, membuat kita dapat merasakan perasaan mencintai dan dicintai, atapun perasaa...

Menimba Inspirasi dan Pesan Yesus untuk Misi Dewasa Ini Seturut Teladan Yosef Freinademetz (Lukas 10:1-12) | Mikel Male

  Saudara-saudara yang terkasih Penginjil Lukas dalam bacaan yang ditawarkan kepada kita melukiskan kisah Yesus mengutus tujuh puluh murid. Ada beberapa pesan yang tersirat yang coba dituangkan Lukas dalam tulisannya. Pertama, tidak boleh membawa pundi-pundi, bekal, dan kasut. Pernyataan ini   mau menegaskan bahwa untuk menjadi seorang misionaris, orang tidak boleh terikat dengan harta dan juga kenyamanan status jabatan yang telah diperoleh sebelumnya sebab itu semua merupakan hambatan yang membuat seseorang tidak fokus menjalankan tugas perutusannya. Kedua, mengutus ke tengah-tengah serigala. Misi Kristus tidak mudah. Orang akan dihadapkan kepada segala macam cobaan, dibenci, ditindas, dan boleh jadi dibunuh. Semua itu merupakan   konsekuensi mutlak yang mesti diterima ketika menjadi seorang murid Kristus. Pertanyaannya, sudah siapkah kita? Saudara-saudara yang terkasih Pada hari pertama triduum St. Yosef Freinademetz ini saya mencoba mengajak kita untuk melihat ar...

Membaca Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Melalui Etika Lingkungan Hidup Sonny Keraf | Ondik Darman

  Realitas seputar kerusakan lingkungan hidup dewasa ini telah menjadi wacana global karena dialami semua negara di dunia. Krisis dan bencana tersebut telah merambat ke seluruh belahan negara, entah itu negara maju maupun negara berkembang. Intensitas, durasi, bentuk, dan skala dari kerusakan lingkungan hidup pada level tertentu barangkali berbeda antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kendatipun demikian, hal yang pasti ialah tidak ada negara yang benar-benar bebas dari krisis dan bencana tersebut. Krisis dan bencana tersebut dialami oleh semua negara dan sungguh-sungguh menunjukkan kehancuran lingkungan hidup secara global. Berhadapan dengan realitas ini, tentunya diperlukan tindakan preventif dari masyarakat secara mengglobal pula. Apabila tidak ada tindakan preventif, maka krisis dan bencana lingkungan hidup akan semakin parah dan pada waktu tertentu secara perlahan-lahan bisa menghancurkan bumi ini.   Etika Lingkungan Hidup Menurut Sonny Keraf Pengertian t...

Unit Efrata Gere Mengadakan Kegiatan Pemaparan Program | Naldy Roo

       Memasuki era baru , Unit Efrata Gere mengadakan pergantian staf unit pada tanggal 14 Januari 2022. Dalam pemilihan ini, Fr. Piu Ngey SVD terpilih menjadi ketua, Fr. Paskal Kedang SVD sebagai wakil, Fr. Ronny Subun SVD sebagai sekr e taris , dan Fr. Orlis Asang SVD sebagai bendahara. Terpilihnya staf baru ini membawa angin segar dengan visi misi yang baru dan tentunya juga dengan program-program kerja yang baru sebagai bukti nyata dalam memimpin Unit Efrata selama beberapa bulan ke depan . Dalam penyusunan program-program ini, para staf dibantu oleh para frater penghuni Unit Efrata lainnya yang telah dibagi dalam beberapa seksi, seperti seksi liturgi, seksi PU, seksi musik vokal , dan masih banyak seksi lainnya. Setelah merancang dan menyusun program-program itu, tepat pada Rabu ( 26 Januari 2022) pukul 17 : 30 sampai selesai, Unit Efrata Gere mengadakan pemaparan program-program yang telah disusun dan dirancang bersama antara staf dan seksi-seksi....

Catatan Singkat tentang Memaknai Hidup (Review Buku Man's Search for Meaning Karya Viktor Frankl) | Ondik Darman

  “Aku hanya hendak mengatakan bahwa dunia itu penuh dengan hal-hal indah, tetapi juga hal-hal yang tak kurang tidak indahnya. Dunia ini sangat miskin, miskin saat yang indah, miskin pewahyuan yang indah seperti di atas. Tetapi, mungkin justru itulah yang membuat hidup mempunyai daya tarik sangat kuat”. Ini adalah ungkapan Nietzsche, seorang filsuf Jerman yang ahli dalam filologi dan tokoh pertama dari eksistensialisme modern yang ateistis. Ungkapan Nietzsche ini mewartakan kembali kepada kita bahwa kita tidak hanya harus menanggung apa yang tidak dapat diubah, kita bahkan harus mencintainya. Tidak menyerah pada nasib, tetapi menanggungnya, adalah suatu sikap hidup yang luhur. Namun, lebih luhur lagi, bila kita tidak hanya mau menanggung, melainkan juga mencintainya. He who has a why to live for can bear with almost any how , tegas Nietzsche. Hidup ini dinamis. Ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Ada kalanya terasa membahagiakan, tetapi bukan tidak mungkin mengalami sesuat...