Langsung ke konten utama

Hadirkan Suasana Surga di Bumi | Refleksi Risno Muda

 


14 Februari merupakan tanggal yang tidak asing lagi bagi kita. 14 merupakan salah satu tanggal yang istimewa di dalam bulan  Februari sementara Februari sendiri adalah bulan penuh asmara di mana orang-orang di seluruh tempat di dunia akan memberikan sesuatu yang istimewa kepada mereka yang dicintai.

            Gereja Katolik mengakui bahwa ada tiga orang kudus yang berbeda bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir. Salah satu  legenda berpendapat bahwa Valentine adalah seorang imam yang tekun memberikan pelayanan selama abad ke-3 di Roma. Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang akan menjadi tentara dan melarang pernikahan untuk pria muda, Valentine menentang dan terus memimpin pernikahan untuk para kekasih muda secara rahasia. Namun, sangat disayangkan bahwa tindakannya itu diketahui oleh Claudius dan dia dihukum mati. Banyak yang berpendapat bahwa sosok tersebut adalah Santo Valentine dari Terni. Ada cerita lain yang menunjukkan bahwa Valentine dibunuh karena membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi yang keras. Menurut salah satu legenda, Valentine yang di penjara benar-banar mengirim “valentine” pertama menyapa dirinya sendiri setelah ia jatuh cinta dengan seorang gadis muda yang selalu mengunjunginya selama ia di penjara sebelum kematiannya. Diduga bahwa dia menulis surat yang ditandatangani “From Your Valentine merupakan sebuah ekspresi yang masih digunakan sampai sekarang. Beberapa orang percaya bahwa sejarah Valentine Day dirayakan pada pertengahan Februari untuk memperingati ulang tahun kematian Valentine sekitar tahun 270 M. Di era Victoria dan memasuki abad ke-20, para pasangan bertukar kartu renda yang rumit pada hari Valentine, mengekspresikan cinta mereka dengan puisi. Orang-orang Victorialah yang memberikan sentuhan romantis pada hari Valentine ini. Selain di Amerika, Valentine Day juga dirayakan di Kanada, Meksiko, Inggris, Prancis, dan Australia. Pada pertengahan abad ke-18 adalah umum bagi teman dan para pasangan kekasih bertukar hadiah kecil sebagai rasa kasih sayang. Kebiasaan seperti inilah yang terus dilakukan di seluruh dunia sampai sekarang.

 

Baca juga: Menjadi Terang bagi yang Lain ( Menyelami Hidup Yesef Freinademetz dalam Terang Markus 4:21-25) | Benja Kofi

 

 

            Tindakan kasih sayang merupakan keharusan bagi kita manusia karena kita diciptakan untuk saling mengasihi dan mencintai satu sama lain. Namun, terkadang sikap keangkuhan, kesombongan, keogoisan, iri hati, dengki, dan sikap negatif lainnya menjadi penghalang atau penghambat. Sikap-sikap seperti inilah yang perlu dibumihanguskan dalam diri kita masing-masing sehingga kita bisa mengekspresikan tindakan kasih sayang dengan leluasa tanpa ada tekanan atau beban.  Apalagi kita sebagai kaum biarawan yang mana tugas kita adalah mempersatukan, mendamaikan, dan merangkul seluruh umat manusia yang berbeda ras, suku, budaya, adat-istiadat, bahasa, dan agama sehingga strategi yang paling pasti adalah tindakan KASIH  baik lewat perbuatan  maupun perkataan yang baik dan benar. Kita anak-anak biara  akan  dan pasti melihat di tanggal 14 Februari, bagaimana para pasangan kekasih baik yang tua maupun yang muda  merayakan Valentine Day dengan penuh asmara dan istimewa, mengekspresikan kasih sayang satu sama lain dangan berbagai cara seperti kecupan lembut di kening, memberikan bunga, pergi ke pantai atau ke taman saling bergandeng tangan dan sebagainya. Pasti sebagai manusia, kita juga ingin merasakan beberapa momen tersebut seperti apa yang dirasakan dan dilakukan oleh para pasangan di luar sana. Namun, kita harus sadar bahwa kita telah memilih jalan lain yakni jalan untuk mencintai Yesus Kristus seorang diri. Kita tidak boleh mencintai dua Tuhan dalam jalan hidup kita ini.

            Valentine Day bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki pasangan kekasih sebagai momen untuk mengekspresikan rasa kasih sayang satu sama lain, tetapi juga untuk orang-orang yang tidak memiliki pasangan termasuk kita para biarawan/wati. Tentunya pengekspresian rasa kasih sayang kita agak sedikit berbeda dengan mereka yang memiliki pasangan kekasih. Bagaimana kita mengekspresikan bentuk kasih sayang kita di hari Valentine dalam biara? Menurut saya, pertama-tama kita harus mengekspresikan tindakan kasih sayang terhadap diri kita sendiri dengan  berdoa kepada Tuhan agar kita dapat hidup baik dan benar, mengikuti aturan dengan setia, menjaga kesehatan dan berdoa kepada Tuhan agar kita mampu mengontrol diri kita, mengontrol emosi kita supaya tidak bertindak semena-mena kepada sama saudara yang dapat merusak hubungan satu sama lain. Ketika kita mampu mengasihi dan mencintai diri kita maka dengan sendirinya kita dapat membagi rasa kasih dan cinta kepada sesama kita di dalam biara sebagai kelompok kecil tempta kita tinggal maupun kepada sesame kita di luar biara sebagai orang-orang yang kita layani. Kita dapat memulainya dari hal-hal yang kecil seperti saling memotivasi, menasihati, mendukung hal positif yang dilakukan dan melakukan tindakan baik lainnya. Satu hal lagi yang perlu kita perbuat adalah berdoa untuk pasangan kekasih, baik yang sudah menikah maupun yang masih dalam status pacaran. Kita membantu mereka dengan doa-doa kita agar mereka yang telah menikah (termasuk orang tua kita) tetap setia menjaga janur kuning yang melingkar pada jari manisnya, saling mengerti satu sama lain, bertanggung jawab, dan bergandeng tangan bersama dalam membesarkan anak-anak dengan penuh cinta, kesabaran, dan kuat menghadapi persoalan hidup berkeluarga. Bagi pasangan yang berstatus pacaran, kita berdoa agar mereka tetap setia dalam menjalin hubungan asmaranya, saling mengerti satu sama lain, saling mendukung dalam pencapaian masa depan, tetap sabar dan kuat dalam menghadapi masalah dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.

            Semoga Valentine Day  ini menyadarkan kita untuk membuka pintu hati kita supaya kita lebih semangat dalam membagi rasa kasih sayang, baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Semoga semangat Valentine Day tidak hanya hidup pada Valentine Day, tetapi dihidupi dan diekspresikan setia hari, kapan dan di mana saja kita berada dalam kebersamaan hidup. Dengan demikian kita telah menghadirkan suasana surga di bawah bumi, tempat kita berpijak dan berziarah dalam mencari kebenaran dan kebahagiaan.

 

Baca juga: Menimba Inspirasi dan Pesan Yesus untuk Misi Dewasa Ini Seturut Teladan Yosef Freinademetz (Lukas 10:1-12) | Mikel Male



Risno Muda, berasal dari Solor-Flores Timur. Saat ini tinggal di Unit Efrata-Gere, Ledalero sebagai salah satu mahasiswa di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero.


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...