Buih Labirin pada matamu tertambat bersama kegelapan. Janjimu pekat termakan usia. cerita tentang debu mendebur seperti buih di garis pantai yang setiap saat dihempas gelora gelombang. Senyumu tipis seperti kaca di etalase toko. Bahkan lebih buruk dari buih di tepian pantai karena termakan dendam ketika gelombang rindu menghempas. Cobalah untuk belajar dari ikan yang tidak pernah membenci kegelapan di dalam palung terdalam. Bintang-bintang laut menjadi malu ketika matamu sembab tepat pada garis pantai. Mereka tidak mampu belajar menjadi seperti buih yang selalu setia dihempas gelombang. Jangan pula kamu menjadi seperti gelombang yang tidak pernah belajar tentang rasa sakit dari setiap buih yang dihempasnya. Ia hanya bisa bergelora karena dendamnya kekal pada setiap buih di tepian garis pantai. Cukup kamu menjadi seperti buih. Rumah Kita Adenim di depan gubuk tua menangkap cahaya dengan tangan terbuka Menetaplah dalam ingatannya Anak kecil bersilang sar...