Hujan mulai mereda pertanda hujan sore ini akan usai. Mataku tertuju tenang melihat rintik-rintik hujan yang jatuh pada genangan air di pinggir halte tempat aku berteduh. Aku sendiri ditemani hembusan angin yang mencumbu kulitku. Cumbuan angin yang cukup liar membuat tubuhku sedikit bergetar. Hujan awal Oktober sering membuat aku terpaku berjam-jam di halte ini setiap kali aku pulang dari tempat kerjaku yang jaraknya cukup dekat. Dan hiburanku saat menyendiri di sini hanyalah menikmati butir-butir air yang jatuh dari langit pada genangan air di pinggir halte. Butir-butir air itu menemani lamunanku tentang seorang perempuan yang sebelumnya selalu bersamaku berteduh di halte ini. Namun, sudah beberapa hari ini ia tidak muncul mengusik sepi saat hujan awal Oktober ini. Kami sempat berkenalan dan bisa jadi kami saling suka. Senyuman yang menawan mengisyaratkan cinta pada pandangan pertama pada hujan awal Oktober. Kami berkenalan dan selalu bersama di halte itu. Nama perempuan ber...