Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

Barak itu Bernama Efrata (Mengenang dan Merayakan HUT Unit Efrata)

  Halaman depan Unit St. Vincentius A Paulo Efrata-Gere Tulisan ini semacam reaktualisasi dari tulisan sebelumnya mengenai profil unit Efrata yang saya tulis tahun lalu ketika kami merayakan ulang tahun unit yang ke-28. Sayang jika memoria ini tidak terus dibarui seiring bergantinya penghuni-penghuni di rumah tercinta ini. Perjalanan setahun yang sudah lalu telah menyisakan begitu banyak kenangan. Saya boleh katakan begini: “ Sengit benar rumah ini. Ia tak segan-segan merelakan kepergian sekian banyak orang yang terlanjur jatuh cinta padanya. Satu hal yang pasti, ia selalu yakin bahwa yang pergi bukan karena tidak baik, dan yang tinggal bukan juga yang terbaik. Semuanya baik dengan jalannya masing-masing.” Datang dan pergi adalah suatu keharusan dalam sebuah proses formasi. Mereka yang datang, mengukir cerita, merawat tawa, mereka yang pergi meninggalkan sejarah, menambah kisah yang disebut kenangan. Barangkali beginilah cara saya dan teman-teman bernostalgia. Di ulang tahun yang...

Fr. Karlo Tuga, SVD Sharing Pengalaman Pastoral di Efrata Gere: Menjadi Pembina Asrama adalah Tantangan Terbesar Saya di STM Nenuk

Fr. Karlo Tuga, SVD (berdiri) sedang sharing pengalaman pastoral di unit Efrata  Seminari Tinggi Ledalero kembali mengadakan sharing pengalaman pastoral ke setiap unit yang dibawakan oleh para frater probanis. Tahun ini, unit Efrata mendengarkan sharing pengalaman pastoral dari mantan Toper di STM Nenuk,  Fr. Kalro Tuga, SVD, Selasa (20/9/2022), pukul 20.00 Wita. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para frater di setiap unit dan sekaligus memberi gambaran tentang kegiatan pastoral selama menjadi frater Top.  Dalam sharing -nya, Fr. Karlo menceritakan perasaan awal ketika mendapat tempat TOP di STM St. Yoesef Nenuk. Dikisahkan  bahwa awalnya ada penolakan saat mendengar dirinya menjalankan masa TOP di STM Nenuk, lantaran ia sudah megenal STM Nenuk selama dua tahun di Novisiat Nenuk.  “Saya, awalnya,  ada rasa penolakan saat mendengar STM Nenuk, karena tau sa toh, saya sudah dua tahun di Novisisat Nenuk, sudah mengenal STM Nenuk juga, kemudian kembali lag...

Efrata Tumbangkan Sang Juara Bertahan Tarik Tambang

Detik-detik Fr. Sebas, dkk ditumbangkan Amitor,dkk. Semifinal tarik tambang turnamen pesfam Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, mempertemukan Efrata melawan sang juara bertahan, Yosef Freinademetz, Jumat (2/9), pukul 21.30 Wita, di aula St. Thomas Aquinas Ledalero. Lain hari, lain cerita. Demikian bunyi sebuah pepatah yang cocok untuk menggambarkan kemenangan Efrata atas mantan juara tarik tambang pesfam tahun lalu, Yosef Freinademetz. Tahun lalu, Yosef Freinademetz sangat kuat sehingga bisa menjuarai tarik tambang. Namun sekarang, sang juara bertahan harus mengakui kelemahannya di hadapan Efrata, karena Efrata yang dulu bukanlah yang sekarang. Sekarang Efrata lebih kuat dan perkasa, khususnya di cabang tarik tambang.  Di posisi pertama, Yosef Freinademetz dipimpin oleh Fr. Sebas Iyai. Pada saat tarik-menarik dimulai, terlihat Fr. Sebas dan kawan-kawannya menancapkan kuda-kuda dan menarik tali dengan sekuat-kuatnya, bahkan sampai mengeritkan gigi. Namun semuanya tumbang di hadapa...

King Copra Kebanyakan Gaya Ternyata Kena Prank dari Black Horse

Tim Efrata (kostum biru) melakukan servis ke Nitapleat (kostum kuning) Semi final turnamen bola voli pesfam Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mempertemukan black horse alias Efrata melawan King Copra alias Nitapleat, Kamis (1/9), pukul 16.40 Wita, di lapangan bola voli Ledalero. Setelah Efrata FC menelan pil kekalahan dari Nitapleat FC di lapangan hijau Wairpelit, tim Efrata membalasnya dengan membantai mereka di lapangan bola voli. Menariknya, pertandingan yang berlangsung selama empat set itu sempat membuat king copra menumbuhkan rasa optimis untuk kembali merayakan kemenangan atas Efrata. Lantaran, di set pertama mereka menang telak atas Efrata dengan skor akhir 25:19. Para suporter Nitapleat menyambut kemenangan itu dengan teriakan-teriakan dan komentar yang memancing emosi Efrata. Para pemain Efrata pun sempat terpancing emosi sehingga sering terjadi kesalahan.  Namun di set kedua, maneger bola voli black horse Andy Denatalis yang sempat cemas dengan penampilan para jagoan...