Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Cinta, Kasih Sayang dan Tanggung Jawab | "Sebuah Peta Pemikiran Emmanuel Levinas dalam Cara Pandang yang Lain Sebagai yang Tak Terbatas | Opini | Roby Poco*

"Apakah aku seorang penjaga?" Pertanyaan   ini   menjadi refleksi   individu sebagai   makhluk yang bermasyarakat   yang   setiap hari bertemu   dengan orang   lain   dalam   keberlainannya. Pertanyaan ini juga menggugah nurani dan bentuk perasaan setiap pribadi untuk mengambil sikap yang tepat saat berhadapan dengan orang lain. Dan sikap yang dimaksud di sini adalah cinta, kasih sayang dan tanggung jawab dalam konsep Levinas yang berbeda dengan pemahaman sehari-hari.   Pemikiran ini kemudian coba dibenturkan dengan keberagaman dan pluralitas masyarakat kita di Indonesia pada umumnya. Momen bertemu   pandang atau bertemu dengan   yang   lain harus   benar-benar   menjadi momen etis   menuju perjumpaan, yang mana landasan dasarnya adalah sikap   cinta, kasih sayang dan tanggung   jawab   itu sendiri. Toh manusia dalam keberadaanya dan dalam segala penghayatanya serta sikap-sikapnya sel...

Membangun Iman di Era Internet | Sebuah Tinjauan Reflektif | Oleh Vinsensius Laka* |

                 Dewasa ini manusia telah memasuki suatu era baru dunia yang ditandai dengan hadirnya realitas virtual di samping realitas riil. Era baru itu adalah era internet. Era ini telah melahirkan realitas virtual tersebut. “Internet tidak hanya membawa kita menonton dunia yang ditampilkan tetapi juga memungkinkan kita masuk, menghuni, dan bertindak di dalamnya” (Agus Alfons Duka, 2017: 19). Hemat penulis inilah dasar yang melahirkan realitas virtual. Realitas internet (baca: realitas virtual) tidak lagi sekedar halusinasi atau kopian dari realitas riil, tetapi ia adalah realitas otonom yang telah dan tengah mengubah cara pandang manusia secara masif.   Oleh karena itu, internet dengan realitas virtualnya mesti disatukan dengan visi iman. Iman itu adalah jiwa yaitu sumber motivasi dan visi bagi para pengguna internet (F. Budi Hardiman, 2018: 67-68). Di sini, iman membantu mentransformasi cara pandang netizen terhadap real...