Langsung ke konten utama

Puisi-puisi Antoni Kaka

 

Kepulan Senja

 

Teruntuk senja yang berangsur purnama

Gelapmu adalah sepi bagiku

Dinginmu jadi selimut jiwaku

Dan malamku jadi malam tanpa nafas Adam

 

Pada senja yang berangsur purnama

Nafasmu bagaikan sepucuk surat cinta masa lalu

Aromamu bak kepulan asap dari sebatang rokok

Dan ucapmu senada melodi rindu pada dentingan piano romansa

 

Senja, kini  merangkak pada pembaringannya

Purnamapun bergerak pada pangkuannya

Tapi kamu biarkan matamu menutupi hatiku

Sedang aku mati pada hati yang menggantung

 

Baca juga: Puisi-puisi Paskal Kedang

 

Teruntuk Perjumpaan

 

Masih perlukah aku sadar

Jika berdiri hanya membuatku jatuh

Duduk buatku lemah

Dan tegarku buatku sakit?

 

Atau haruskah aku bertanya

Ada namakah dalam diammu?

Atau, setidaknya tanya yang juga kutanyakan

Adakah diriku dalam sepimu?

 

Terus menerus kusembunyi

Namun waktu tidak bisa diam

Mencemoohku dengan sinis

Mengapa kau biarkan perjumpaan?

 

Tinta

 

Minta saja catatan kaki dari Dia

Agar diamku bukanlah kosong

Pikirku bukanlah angan

Tanyaku bukanlah hampa

Dan kalau saja mungkin

Buramanku jadi ukiran

Kertasku jadi resah hati

Dan coretanku benarlah tinta sang penulis rindu

 

(Efrata, 19 Februari 2022)

 

Baca juga: Puisi-puisi Rommy Sogen



Antoni Kaka, salah satu penghuni Unit Efrata-Gere, Ledalero. Penulis berasal dari Tambolaka, Sumba Barat Daya dan saat ini sedang menyelesaikan studi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...