Doa Malam Toce diam-diam aku mendatangiMu berbaring terentang dalam sebuah teduh menyimpan segala saga yang bertalut dosa barangkali aku berlaku lolos seperti seorang polos tetapi bodoh yang suka secara diam-diam mebungkus karsa dan meninggalkan sukma membusuk aku mengidungkan elegi pada sayup-sayup basah mataku membiarkan senandung pasrah membumbung seperti asap dupa di atas altar tetapi terkadang sepasang mata menyimpan simpulan ganda kiri menyulutkan bayanganmu dan kanan menceritakan kehebatanku mungkin aku merasa yang terbuang setelah burung-burung kembali ke sangkarnya saat senja usai berkelana dengan waktu dan tersisa aku yang kesal menghitung puingan diriku ramalan kemalangan berjatuhan seperti hujan dalam benak, membanjirkan gundah dalam ketenangan getir yang berlama-lama telah berubah menjadi dahaga kerinduan seperti hostia kudus menjelma keselamatan Ledalero, 13 Mei 2023 Toce Merenugkan Kitab Suci Sebelum makan Toce bercengkrama deng...