Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Paskah dan Toleransi (Sebuah Upaya untuk Merawat Kerukunan Antarumat Beragama) | Arsen Djago

Pendahuluan Negara Indonesia dipayungi oleh ideologi Pancasila yang melandasi segala realitas perbedaan sembari merangkul pluralitas dan kemajemukan dalam satu kesatuan. Pancasila menjadi lokomotif yang memboncengi pluralitas yang multietnis, multireligius, dan multiras menuju persatuan Indonesia. Salah satu kemajemukan yang sampai sekarang menjadi diskursus hangat ialah soal kebebasan beragama atau berkeyakinan. Namun, wacana kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia belum sepenuhnya terwujud dan teraktualisasi. Sebab masih ada sikap intoleran antaragama yang berusaha menyingkirkan kelompok agama atau keyakinan lain. Ironisnya, negara turut ikut campur membela pihak tertentu dalam mengakomodasi penyingkiran tersebut. Itu berarti, netralitas dan proporsionalitas negara terhadap isu-isu keagamaan masih condong pada pembelaan kelompok tertentu dan terlihat sangat lemah menegakkan posisinya sebagai pihak sentral. Hal ini serentak menjadi suatu polemik yang mewarnai pluralitas ke...

Gereja dan Dehumanisasi Ekologis (Kesadaran sebagai Jalan Tengah: Mendongkrak Kesederajatan Manusia dan Lingkungan) | Tommy Santos

  Pendahuluan Dunia pada saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Populasi manusia salalu bertambah dari tahun ke tahun di mana perkembangan manusia itu akan terus meningkat secara kuantitas. Pertumbuhan populasi yang bertambah itu akan menimbulkan masalah di mana lingkungan semakin sempit karena dipenuhi oleh populasi penduduk. Kebutuhan   manusia akan sandang, pangan, dan papan akan meningkat sehingga memberikan efek negatif terhadap manusia dan lingkungan sekitar. Semakin banyak kehidupan maka semakin banyak kebutuhan yang dipenuhi. Pada kenyataannya hutan dieskploitasi untuk keperluan manusia artinya manusia membangun infrastruktur dengan menyampingkan kehidupan ekologis. Ekosentrisme dimengerti sebagai bagaimana memandang dunia sebagai pusat kehidupan dan antroposentrimse di mana pembangunan itu demi kesejahteraan manusia dan mengabaikan komponen biotik dalam lingkungan. Green politics dibagi dalam dua komponen besar yakni green politics secara normatif y...

Gereja dan Ketidakadilan | Menghadapai Ketidakadilan dengan Kasih Tuhan | Selfy Correia

  Pendahuluan             Masyarakat dewasa ini ditandai oleh “dosa besar ketidakadilan”. Menghadapi situasi ini, keadilan menuntut nilai dan peran yang menentukan dalam kebaikan bersama. Istilah “keadilan sosial” muncul dengan kekuatan besar yang mengungkapkan kepedulian terhadap masalah sosial baru. Pada dasarnya keadilan sosial memiliki objek kebaikan bersama; subjek hak adalah masyarakat dan subjek kewajiban adalah anggota masyarakat. Ini adalah jawaban yang ditunggu oleh orang-orang yang merasa diperlakukan secara tidak adil dan hidup dalam situasi yang tidak kondusif. Gereja pun memiliki kewajiban untuk memperhatikan masalah-masalah sosial yang mengarah pada tuntutan kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, hak-hak dasar, solidaritas, pembangunan, perdamaian, dan lain sebagainya   Bertindak dan Menghadapi Ketidakadilan         ...

Yang Satu Diperhatikan dan yang Lain Jangan Diabaikan | Pius Ngey

  Secara langsung judul di atas hendak mengajak kita untuk melihat apa arti dari keadilan yang sejati. Injil Lukas melalui pernyataan di atas mau membuka mata dan pikiran kita untuk secara sederhana melihat dan memahami bagaimana keadilan sejati itu seharusnya diperhatikan dan dijalankan dalam hidup kita tanpa harus menyebabkan adanya suatu dampak atau akibat yang tidak semestinya terjadi. Ketika kita mampu melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dan tugas kita dengan penuh tanggung jawab tanpa harus cuek terhadap hal yang lain, maka di situ kita telah menghayati dan menghidupi esensi keadilan. Namun, akan menjadi sebuah akibat yang melahirkan adanya sikap ketidakadilan ketika kita hanya memprioritaskan atau mengerjakan hal yang satu, dan lebih memilih untuk meniadakan hal yang lain yang juga memiliki esensi potensial bagi kelangsungan hidup kita. Pertanyaan fundamental bagi kita ialah apakah keadilan dan ketidakadilan merupakan sebuah pilihan yang sejatinya menuntut kita untuk te...

Puisi-puisi Rommy Sogen

  Ingatan   Adakah yang bisa kau lupa? Janji dan tetek-bengeknya Atau rindu dan rupa-rupanya?   Ia tetap hidup Janji, rindu, dan luka, lupa lalu ingat Sampai matikah?                                                                                                   ( Efrata, 06/02/22)   Berapa Lama Lagi?   Berapa lama lagi? Sementara di kolong jembatan rindu seorang anak pada sesuap nasi tiada usai walau bapaknya pulang dengan mimpi   Berapa lama lagi? ...