Covid-19, Krisis Agama dan Urgensi Sains (Mempertimbangkan Eksistensi Agama dan Sains di Tengah Pandemi Covid-19) | Opini | Oleh Defry Ngo*
Covid-19 adalah pandemi yang menyita perhatian semua masyarakat dunia. Aspek ekonomi, sosial dan politik telah mengalami reduksionasi yang total, baik dalam bentuk maupun nilai yang termuat di dalamnya. Keadaan ini diperparah dengan lemahnya komunikasi dan kerja sama antar negara dalam memerangi geliat pandemi. Setelah Amerika Serikat menutup diri terhadap World Health Organization (WHO) pada 07 April 2020, negara-negara dunia tampak kehilangan pemimpin yang sanggup mengkoordinasi persoalan pandemi Covid-19. Trumph selaku pemimpin tertinggi Amerika Serikat telah menghentikan pendanaan ( funding ) karena kecurigaan negatif bahwa WHO telah menjadi ‘dalang’ di balik tersebarnya pandemi Covid-19. Baca juga: Analisis Kompetensi Interkultural Yesus Dalam Injil Markus 7:24-30 dan Relevansinya Bagi Dialog Toleransi | Telaah Biblis | Aris Kapu Selain faktor ekonomi, sosial dan politik yang menjadi diskursus global akibat pandemi Covid-19, lahir pula perdebatan sengit mengenai pe...