Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Anggota Unit Efrata Gere Pungut Sampah Plastik Bersama

  Anggota Unit Efrata Gere Pungut Sampah Plastik Bersama Anggota Unit Efrata Gere melakukan kerja bakti pemungutan sampah plastik bersama di sepanjang jalan raya Ledalero-Ribang pada Sabtu, 29 Meret 2025. Lokasi pemungutan sampah yang menjadi tanggung jawab unit Efrata dimulai dari jalan di depan gerbang IFTK Ledalero dan berakhir di depan SD Ribang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi PU (pekerjaan umum) komunitas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sebagai bentuk teladan kepada masyarakat umum untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap alam sekitar yang sedang terluka. Dalam kegiatan itu terdapat 9 unit Fraters yang dilibatkan dalam program tersebut, salah satunya Unit Efrata Gere. Rombongan Efrata yang berjumlah 28 orang tersebut mulai bergerak ke lokasi pemungutan sampah pada pukul 08:15. Cuaca pagi yang cerah pada waktu itu turut memacu semangat para frater unit Efrata untuk giat melaksanakan pekerjaan mereka. Terlihat jelas dari wajah mere...

Para Frater Wisma Efrata Rekreasi Bersama Anak-anak Truk F

  Para Frater Wisma Efrata Rekreasi Bersama Anak-anak Truk F           Minggu, 9 Maret 2025, menjadi hari yang penuh keceriaan bagi anak-anak Shelter Truk F. Para Frater Wisma Efrata mengadakan kegiatan rekreasi bersama di Pantai Krokowolon, yang tidak hanya menyuguhkan keseruan, tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan ini merupakan program dari seksi JPIC Fratres Ledalero yang dipercayakan kepada para frater wisma Efrata. Kegaiatan ini diawali dengan misa bersama di Truk F, dipimpin oleh P. Kharis Djuwa, SVD, sebagai pembuka acara yang penuh makna.           Sr. Ikha, pemimpin Shelter Truk F, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para frater yang telah meluangkan waktu untuk mengadakan rekreasi ini. “Terima kasih banyak kepada para Frater yang telah menyediakan waktu untuk anak-anak Shelter. Mereka sangat senang karena sudah hampir dua bulan tidak ada kegiatan rekreasi seperti ini,” uj...

MELANGKAH DI PADANG GURUN: MENEMUKAN KEKUATAN DALAM KELEMAHAN (Fr. Sean Leon)

   MELANGKAH DI PADANG GURUN: MENEMUKAN KEKUATAN DALAM KELEMAHAN (Fr. Sean Leon) Bacaan Injil: Lukas 4:1-13 Catatan: Alangkah baik jika Anda membaca Injil Lukas 4:1-13 terlebih dahulu sebelum membaca renungan sederhana berikut.   Saudara/I yang terkasih di dalam Kristus, Injil hari ini menggambarkan pencobaan Yesus oleh Iblis di padang gurun setelah Dia dibaptis dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Ini adalah momen penting dalam kehidupan Yesus, di mana Dia, sebagai manusia sejati, menghadapi godaan yang menggambarkan tiga dimensi pencobaan manusia: kebutuhan fisik, kekuasaan duniawi, dan kesombongan spiritual. Namun, Yesus, sebagai Anak Allah, mengalahkan semua pencobaan ini dengan berpegang pada Sabda Allah. Ini menunjukkan ketaatan-Nya yang sempurna kepada kehendak Bapa, sekaligus menggenapi peran-Nya sebagai Adam baru yang tidak jatuh dalam godaan, berbeda dengan Adam pertama di Taman Eden. Mari kita dalami ketiga dimensi peristiwa pencobaan Yesus di Padang gurun ...

Anugerah Sebagai Paradoks Ilahi (Refleksi atas Teks LUK. 5:27-32) Oleh Fr. Sean Leon

  ANUGERAH SEBAGAI PARADOKS ILAHI (REFLEKSI ATAS TEKS LUK. 5:27-32) Oleh: S. Leon Renungan ini sedikit berciri filosofis dan teologis, di bawah judul: Anugerah sebagai Paradoks Ilahi . Setelah membaca dan merenungkan injil hari ini, saya melihat bahwa keseluruhan isi teks berbicara tentang panggilan Lewi, pertobatannya dan perjamuan makan bersama dengan Yesus. Kisah ini merupakan sebuah anugerah yang paradoks, di mana yang Ilahi rela merendahkan dirinya untuk mengangkat mereka yang hina dan terpinggirkan. Ada tiga poin penting yang saya refleksikan tentang anugerah sebagai paradoks ilahi: I. Anugerah melampaui Hierarki Sosial dan Etika Konvensional Pemanggilan Lewi, seorang pemungut cukai, oleh Yesus (ay. 27) bukan sekadar tindakan kasih, melainkan sebuah dekonstruksi radikal terhadap struktur sosial dan etika yang berlaku pada zamannya. Dalam konteks filsafat moral, tindakan ini dapat dilihat sebagai penolakan terhadap dualisme moral yang memisahkan manusia menjadi "baik...