Langsung ke konten utama

Puisi-puisi Paskal Kedang



Adventus

 

di balik jendela,

berdiri si ibu, memandang langkah anaknya yang kian mendekat.

 

di depan pintu,

duduk si ibu, menyambut anaknya dengan sekumpul tanya.

 

di dalam rumah

ada cerita, tentang yang lalu dan yang akan datang.

 

(Desember 2020)


Hari Ini di Kelas

 

hari ini di kelas:

ada ribut yang gelisah

ada tenang yang hampir pamit

kursi-kursi berteriak

pintu dan jendela merengut

 

ada yang masih setia, tapi lesu

“begitukah wajah pertiwi nanti?”

pena dan buku meratap

 

(April 2021)


Baca juga: Kumpulan Pantun Frater-Frater Unit Efrata


Kita, Sepasang

 

kita sepasang kaki

pada tanah yang miskin asa

kita tanam sejuta hidup, luas sekali

lalu laut jadi tempat tidur sebentar

 

kita sepasang tangan

merawat rindu pada lembar-lembar kusam

lalu tidur selepas desah napas masing-masing

tapi, kita jauh sekali

 

kita, dua hati yang terlalu ingat diri

lupa tempat kita berpijak

angkuh pada tangan yang setia merawat

 

:terdampar pada sepi yang suram

menyiksa

 

(Agustus 2021)

 

Oratio

 

mencintaimu adalah berdoa

saat hati selalu sejalan dengan mulut

untuk satu pinta yang paling tulus

akankah kita dapat bersua pada amin yang sama?

semoga.

 

(Juli 2020)


Baca juga: Puisi-Puisi Jepo Sulaona


Paskal Kedang, saat ini tinggal di Unit Efrata-Gere (Ledalero) dan sedang belajar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...