Langsung ke konten utama

Umpan, Serang, dan Gol!


Efrata-News, 30 Agustus 2020.

Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,  Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4.

(Meja 2 vs Meja 3)


Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun.

Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. Dus Puka tidak mau berlarut-larut dalam suasana kekalahan, bahkan ia menerangkan bahwa tim mereka lebih layak untuk menang, karena sempat mampu mengejar margin 2 gol, saat timnya tertinggal skor 3-1. Ia tetap optimis untuk meraih kemenangan di pekan depan.

Senada dengan Fr. Dus Puka, penyerang depan Meja 2 Fr. Roy Ndaing turut kecewa dengan hasil yang diperoleh. Pasalnya, selama pertandingan,  shot yang dibukukan tim Meja 2 lebih banyak ketimbang Meja 3. Namun, peluang-peluang tersebut belum berpihak sampai pada dewi fortuna. Alhasil, Meja 2 mengalami kekalahan perdana di laga ini.

Adapun gol yang dilesakkan oleh tim Meja 2 dilesakkan masing-masing 1 gol, oleh Fr. Hipo Neno, Fr. Ventus Wejo, Fr. Flo Lewar, dan Fr. Tino Herin. Di pihak lain, 2 gol tercipta dari Meja 2 lahir dari kaki Fr. Roy Ndaing. Sebutir gol lainnya dicetak oleh Fr. Pius Ngey.

Meja 6 Sukses Tumbangkan Meja 1

(Meja 6 vs Meja 1)


Laga lain tercipta usai laga pertama, yang mempertemukan tim Meja 1 vs tim Meja 6. Pasukan Fr. Ius Laka sukses menumbangkan pasukan Fr. Niko beburak dengan skor telak 6-2.

Dilihat dari statistik, tim Meja 1 sebenarnya mampu mengantongi tiga poin. Namun, striker “pinjaman” Fr. Rian Odel gagal memaksimalkan tiga peluang emas di depang gawang, yang dikawal oleh pemain “pinjaman” juga, Fr. Aris Kapu. Dari 5 peluang yang tercipta, Fr. Rian Odel hanya bisa mengonversi peluang dengan mencetak 2 gol. Bila dikonversi dengan sempurna, Fr. Rian Odel bisa mengemas quintuple alias lima gol dalam satu laga.

Di kubu seberang, Fr. Ius Laka tersenyum puas, karena usaha kerja sama dalam tim tidak sia-sia. Walau tidak mengemas sebiji gol pun, sang kapten  patut diacungi jempol atas usahanya mengobarkan semangat tim selama pertandingan berlangsung. Man of the match dalam laga ini diberikan kepada Fr. Ondik Darman, yang mendulang tiga gol. Gol lain tercipta dari kaki Fr. Rommy Sogen.

Sama halnya dengan Fr. Ius Laka, pemain lini tengah Meja 6 Fr. Ryan Ndae merasa bangga dengan perolehan maksimal dari timnya. Tak hanya itu, ia tetap berpesan pada rekan setimnya, agar tetap mewaspadai pertandingan berikutnya. “Fokus kami ada di pertandingan pekan depan. Banyak hal yang diwaspadai dari tim-tim lain. Untuk itu, kami harus menjaga tren kemenangan dengan kekuatan penuh, agar bisa keluar sebagai juara,” tutur Fr. Ryan Ndae.

Berbeda dengan euforia tim Meja 6, Fr. Yos Bataona yang berperan sebagai striker, menyayangkan peluang-peluang emas yang terbuang sia-sia. Tentu merasa sangat kecewa, karena gagal memulai titik start pertandingan dengan baik.

Di lain hal, Fr. Niko Beburak mengakui keunggulan tim lawan. “Mereka memang pantas mengalahkan kami. Mereka bermain baik sepanjang pertandingan tadi karena mampu meredam serangan dan peluang yang kami buat,” ungkap Fr. Niko Beburak. Sebagai kapten, Fr. Niko Beburak tak lupa menyemangati rekan setimnya untuk tidak sedih dan kecewa dengan hasil yang telah diraih. “Kami akan tetap berjuang keras menyambut pertandingan yang akan datang. Kami tidak mau menyerah,” pungkasnya. (ars).

Klasemen Sementara Efrata Futsal League (EFL)
Urut
Tim
Main
Menang
Seri
Kalah
Memasukkan
Kemasukkan
Poin
1
Meja 4
1
1
-
-
12
4
3
2
Meja 2
2
1
-
1
10
9
3
3
Meja 3
2
1
-
1
8
15
3
4
Meja 6
1
1
-
-
6
2
3
5
Meja 5
1
-
-
1
4
12
0
6
Meja 1
1
-
-
1
2
6
0

            Top Skor
            Fr. Iwad Mara           :  6
            Fr. Pius Ngey            :  5
Fr. Tino Herin           :  4
Fr. Ryan Odel            :  4
            Fr.Roby Poco            :  3
Fr. Ondik Darman    : 3
            Fr. Roy Ndaing         :  3
            Fr. Dus Puka             :  2
            Fr. Antoni Kaka        :  2
            Fr. Raldy Sastra        :  2
            Fr. Flo Lewar            :  1
            Fr. Rommy Sogen      : 1



Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...