Ingatan
Adakah yang bisa kau lupa?
Janji dan tetek-bengeknya
Atau rindu dan rupa-rupanya?
Ia tetap hidup
Janji, rindu, dan luka, lupa lalu ingat
Sampai matikah?
(Efrata,
06/02/22)
Berapa
Lama Lagi?
Berapa
lama lagi?
Sementara di kolong jembatan
rindu seorang anak pada sesuap nasi tiada usai
walau bapaknya pulang dengan mimpi
Berapa
lama lagi?
sementara letupan senapan masih riuh di bumi Cendrawasi
air mata seorang ibu gugur di sana
meratapi kepergian putri satu-satunya
Berapa
lama lagi?
barangkali selama-lamanya
kita hidup begini, seada-adanya saja
asalkan Senayan tetap merawat emasnya
(Efrata, 07/02/22)
Ke
mana?
Tiada
yang lebih setia
selain oase di padang gurun
mengalir tiada purna
Lalu
setiamu seperti apa?
ke mana lagi, kalau bukan pergi
memburu inginmu yang buas dan binal itu?
Tidak
dengan Dia
Seperti mana di padang gurun
RahmatNya luruh, jatuh tanpa memilah
Lalu
setelah kau kecap mana itu
Engkau ke mana?
(Efrata,
08/02/22)
Jalan
Jalan
panjang tiada ujung
peluh di setiap sepinya
Apalah
arti hidup ini kalau tidak untuk pergi?
pergilah saja tanpa lupa untuk pulang
pulang ke dalam dirimu
Entahlah
sekuat apa engkau menjejakinya
jangan lupa, jalan adalah hidupmu.
(Efrata,
09/02/22)
Imam
Tuhan
Gunjingan
di setiap tingkahnya
adalah sarapan yang tak pernah lekang
laku di mulut orang-orang kesayangannya
Semuanya
ia simpan rapi di kamarnya
dengan air mata yang ia sendiri tak tahu
mengapa harus gugur sederas itu
Di
kamarnya ia berdoa
“Tuhan, masih kuatkah hambaMu ini?
apakah waktuMu masih terus mengizinkan daku
untuk mendoakan mereka?”
“Percayalah
Tuhan
dari AltarMu, akan kubawa mereka
ke SurgaMu. Amin.
(Efrata,
10/02/22)
Malam
Minggu
Malam
minggu
Dingin
di Kapel, panas di kepala
kegagalan seperti tumpukan salah
Tuhan
bisa datangkah?
Tapi aku tak semiskin Lazarus.
(Efrata,
11/02/22)
Hati
dan Sakitnya
Hati
dan sakitnya
Adalah
sebab dari kepedulianmu pada mereka
yang tak pernah mempedulikanmu
Hati
dan sakitnya
Adalah
ikatan yang kau rekatkan
tanpa memperhitungkan jauhnya jarak
rasa mereka terhadapmu
Hati
dan sakitnya
adalah perhatian yang kau beri untuk mereka
yang tak punya hati untukmu
Hati
dan sakitnya adalah sakit hati
maafkan mereka dan dirimu
Usaikanlah semuanya, lepas lalu kau bebas
(Efrata,
12/02/22)
Luka
Menganga
perih, tiada kata laku
bagi yang lalu
Luka,
kau sendiri
jatuh bangun
mendampar tanya
Masih
adakah api di lengan ini?
Untung saja belum padam
(Eftara,
13/02/22)
Kasih
Kepada kekasih
Kasih
ibarat kisah
aku
adalah kisah
dikau adalah kasih
Kita
jadi kisah kasih
yang tersirat tanpa makna
yang tersurat tanpa kata
Barangkali
kita cukup berdoa
agar kelak, kasihmu terkabul dalam kisahku,
ini mimpikah ?
(Efrata,
14/02/22)
Baca juga: Puisi-puisi Paskal Kedang

Mantapnew
BalasHapus