Langsung ke konten utama

Efrata Tumbangkan Sang Juara Bertahan Tarik Tambang


Detik-detik Fr. Sebas, dkk ditumbangkan Amitor,dkk.

Semifinal tarik tambang turnamen pesfam Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, mempertemukan Efrata melawan sang juara bertahan, Yosef Freinademetz, Jumat (2/9), pukul 21.30 Wita, di aula St. Thomas Aquinas Ledalero.


Lain hari, lain cerita. Demikian bunyi sebuah pepatah yang cocok untuk menggambarkan kemenangan Efrata atas mantan juara tarik tambang pesfam tahun lalu, Yosef Freinademetz. Tahun lalu, Yosef Freinademetz sangat kuat sehingga bisa menjuarai tarik tambang. Namun sekarang, sang juara bertahan harus mengakui kelemahannya di hadapan Efrata, karena Efrata yang dulu bukanlah yang sekarang. Sekarang Efrata lebih kuat dan perkasa, khususnya di cabang tarik tambang. 


Di posisi pertama, Yosef Freinademetz dipimpin oleh Fr. Sebas Iyai. Pada saat tarik-menarik dimulai, terlihat Fr. Sebas dan kawan-kawannya menancapkan kuda-kuda dan menarik tali dengan sekuat-kuatnya, bahkan sampai mengeritkan gigi. Namun semuanya tumbang di hadapan Fr. Amitor, dkk. hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Padahal, Fr. Amitor, dkk. terlihat santai-santai saja saat menarik tali. 


Di posisi kedua juga sama. Yosef Freinademetz kembali ditaklukkan Efrata, bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Efrata yang dipimpin oleh Fr. Amitor itu semakin panas, semakin kuat dan tak tertandingi. Mungkin kekuatan itu karena berkat jalan kaki setiap hari, saat pergi-pulang kampus. 


Kemenangan ini membuat Efrata meraih tiket final bertemu dengan Helena yang memang atas Fransiskus di partai kedua semifinal tarik tambang. Sebelumnya, Efrata pernah menaklukkan Helena di babak penyisihan grup B. Dengan demikian, Efrata optimis bisa menumbangkan Helena di final tarik tambang yang dilaksanakan pada Minggu (4/9). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...