Fr. Karlo Tuga, SVD Sharing Pengalaman Pastoral di Efrata Gere: Menjadi Pembina Asrama adalah Tantangan Terbesar Saya di STM Nenuk
Seminari Tinggi Ledalero kembali mengadakan sharing pengalaman pastoral ke setiap unit yang dibawakan oleh para frater probanis. Tahun ini, unit Efrata mendengarkan sharing pengalaman pastoral dari mantan Toper di STM Nenuk, Fr. Kalro Tuga, SVD, Selasa (20/9/2022), pukul 20.00 Wita. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi para frater di setiap unit dan sekaligus memberi gambaran tentang kegiatan pastoral selama menjadi frater Top.
Dalam sharing-nya, Fr. Karlo menceritakan perasaan awal ketika mendapat tempat TOP di STM St. Yoesef Nenuk. Dikisahkan bahwa awalnya ada penolakan saat mendengar dirinya menjalankan masa TOP di STM Nenuk, lantaran ia sudah megenal STM Nenuk selama dua tahun di Novisiat Nenuk. “Saya, awalnya, ada rasa penolakan saat mendengar STM Nenuk, karena tau sa toh, saya sudah dua tahun di Novisisat Nenuk, sudah mengenal STM Nenuk juga, kemudian kembali lagi ke sana", kisah Frater asal Manggarai itu. Namun, karena sadar akan statusnya sebagai misionaris Sabda Allah, ia mennerima ia mau tidak mau harus menerima perutusan itu dengan Sang Sabda.
Alhasil, ia bisa menjalankan masa TOP dengan baik dan menuai pegalaman-pengalamn manis dn berharga. Di STM Nenuk, ia dipercayakan menjadi guru Agama Katolik dan Penjas, walaupun ia sudah mengatakan dengan jujur bahwa ia tidak berbakat dalam duia bola kaki. "Dari awal, saya omong jujur dengan mereka yang di sekolah bahwa saya tidak mempunyai bakat musik dan bola kaki, karena biasanya pandangan mereka tentang Frater yang pergi TOP itu bisa dalam segala hal. Meskipun demikian, saya tetap dipercayakan menjadi guru penjas", kenang Fr. Karlo.
Alumnus Novisiat Nenuk itu juga tidak dapat mengelak dari pengalaman-pengalaman pahit dan sulit. Bagi Fr. Karlo, pengalaman yag paling menantang dan sulit selama menjalankan masa TOP di STM Nenuk adalah menjadi pembina asrama. Sebab, ia selalu behadapan dengan anak-anak yang keras kepala, susah diatur, nakal, suka bolos, dan suka memeras adik kelas.
"Menjadi pembina asrma adalah tantangan tersulit bagi saya. Mendengar nama STM saja, pasti teman-teman tahu memang karakter mereka. Pokoknya mereka sangat keras kepala, susah diatur, nakal, suka bolos, dan suka memeras adi kelas. Di sana masih ada sistem senioritas", tuturnya. "Saya tidak pernah tidur cepat, paling cepat saya tidur di atas jam satu malam karena jam-jam itu anak asrama beraksi", lanjut Fr. Karlo.
Terhadap anak-anak asrama yang sering bertindak indisipliner, Fr. Karlo mengambil tindakan tegas dengan memberi hukuman kepada mereka. Bahkan, Fr. Karlo pernah mengelaurkan lima siswa kelas XI, karena kedapatan memeras seorang adik kelas dan mengeroyoknya.
Di akhir sharingnya Fr. Karlo memberi pesan kepada para frater unit Efrata agar tidak takut melamar tempat TOP di STM St. Yoesf Nenuk. "Teman-teman tidak perlu takut untuk lamar TOP di STM Nenuk nanti. Mungkin hanya di asrama saja kita temukan kesulitan, selain itu kita selalu merasa bahagia", tuturnya.

Komentar
Posting Komentar