Semi final turnamen bola voli pesfam Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero mempertemukan black horse alias Efrata melawan King Copra alias Nitapleat, Kamis (1/9), pukul 16.40 Wita, di lapangan bola voli Ledalero.
Setelah Efrata FC menelan pil kekalahan dari Nitapleat FC di lapangan hijau Wairpelit, tim Efrata membalasnya dengan membantai mereka di lapangan bola voli. Menariknya, pertandingan yang berlangsung selama empat set itu sempat membuat king copra menumbuhkan rasa optimis untuk kembali merayakan kemenangan atas Efrata. Lantaran, di set pertama mereka menang telak atas Efrata dengan skor akhir 25:19. Para suporter Nitapleat menyambut kemenangan itu dengan teriakan-teriakan dan komentar yang memancing emosi Efrata. Para pemain Efrata pun sempat terpancing emosi sehingga sering terjadi kesalahan.
Namun di set kedua, maneger bola voli black horse Andy Denatalis yang sempat cemas dengan penampilan para jagoannya meminta supaya selalu berkomunikasi antar pemain. Selain itu, frater asal Manggarai Timur itu juga meminta supaya mereka tidak terprovokasi dengan teriakan para pemain Nitapleat dan suporternya.
"Kalian main bagus, hanya kurang mental", tutur manager Efrata. "Terus, kalian juga kurang komunikasi saat bermain. Harus selalu komunikasi kah!", tambahnya dengan tegas.
Dengan saling berkomunikasi dan selalu tenang dalam bermain, Efrata berhasil menaklukkan king copra di set kedua dengan skor akhir 25:15, set ketiga 25:17, dan set terakhir 25:23.
Tomy Santos, spiker terbaik Efrata selalu memanfaatkan dengan baik umpan dari Rico Safe, sehingga pukulannya sungguh mematikan mental lawan. Tak satupun yang berani mem-block. Khusus di babak kedua dan ketiga, pukulan-pukulan keras itu membuat Efrata serasa melawan lapangan kosong. Kemenangan ini membawa tim Efrata masuk final turnamen bola voli pesfam Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero 2022.
Seusai pertandingan, salah satu suporter Efrata, Latung (bukan nama sebenarnya) memberi komentar atas pertandingan Efrata vs Nitapleat itu. "Nitapleat hanya menang cerewet sa, tetapi tidak memiliki skill. Mereka tidak sadar kalau Efrata sedang prank mereka tadi", komentar Latung. (SL)

Komentar
Posting Komentar