Langsung ke konten utama

Puisi-puisi Rommy Sogen

 


Tuhan di Suatu Malam Minggu

 

Selepas hujan
di antara genang air dan remang
Tuhan baru saja pamit pulang
membawa remah-remah debu

 

Mujur saja, gerimis patah-patah sore tadi
Ia sempat berteduh sejenak
menyeruput kopi yang sudah kuteguk
“Ini saja Tuan, yang kupunya,” kataku dengan lugu.

 

MataNya tertuju pada jendela kamarku
lalu berbisik lirih “Bolehkah debu ini kubawa pulang?”
tanpa malu aku menjawab

“Silakan Tuan, biar kamarku tak sekelam kemarin.”

 

Di luar gerimis semakin lancing
Ia pamit, pergi tanpa mengenakan baju
menggigil dingin di kejauhan
sambil melempar senyum.

 

Aku baru sadar
ternyata dengan bajuNya, ia membungkus debu
dari jendela kamarku.

                              

(Efrata, 20 November 2021)

 

Perihal Pulang

Pulanglah!
Rumah paling teduh adalah hatimu
jangan kau sesalkan kerapuhannya
barangkali dengan pulang
yang rapuh akan jadi ampuh
apalagi kau rangkul dengan penuh seluruh


(Efrata, 28 November 2021) 


Baca juga: Puisi-Puisi Jepo Sulaona


November Kemarin

Sudah selesai
lantaran yang tersisa
hanya puing kisah, sesak di ingatan
lalu dengan bangga, hari ini kami sebut dia kenangan

Belum selesai
jalan panjang yang sering hampa itu
dosa yang membayang penuh dakwa
dan doa yang belum sempat terkabul

 

Selamat mendaraskan ujud-ujud hidup
percayalah, walau jalan tak serata harapan.


(Efrata, 1 Desember 2021)

 

Desember

Jangan kau buru-buru tanggalkan tanggalmu
seperti hujan tahun ini
nanti kami kewalahan memilikimu

Cukup engkau luluskan segalanya
agar dosa kami tuntas dengan ampun
juga doa kami lunas dengan amin.

Toh, pada waktunya kau tanggalkan
semuanya di Betlehem, di Efrata rumah kami
yang sekali-kali bukan yang terkecil ini.


(Efrata, 1 Desember 2021)  


Baca juga: Puisi-Puisi Paskal Kedang



Rommy Sogen, tinggal di Unit Efrata-Gere, Ledalero. Penulis berasal dari Tenawahang, Flores Timur. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero.

                                                              

 

 

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...