Langsung ke konten utama

Laporan Hasil Kegiatan: “Bantuan Kepada Masyarakat Kecil”

 



Laporan Hasil Kegiatan

“Bantuan Kepada Masyarakat Kecil”

 

A.    Nama kegiatan

Kegiatan Amal kasih: Bantuan kepada masyarakat kecil

B.     Latar belakang

Kegiatan amal berupa bantuan sosial kepada masyarakat kecil merupakan suatu wujud keberpihakan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Kegiatan ini berangkat dari refleksi para frater unit Efrata terhadap praktik hidup konsumtif dan kompetitif yang cenderung mengabaikan keberadaan orang-orang kecil yang sangat membutuhkan bantuan di lingkungan sekitar.

Pada bulan Januari 2025 lalu, kegiatan ini dirancang sebagai sebuah program staf unit (Periode 2025/Semester Genap) dalam rancangan program tahunan unit Efrata. Salah satu faktor dasar perancangan program ini ialah panggilan pengabdian kepada orang lain, terutama mereka yang membutuhkan bantuan. Dengan dorongan semangat Prapaskah tahun ini, para frater unit Efrata melatih menahan diri dan rela mengurangi kebutuhan makanan-minum mereka agar bisa berbagi dengan orang-orang kecil.

Walaupun tindakan amal ini tidak menjangkau banyak orang dan sumber dana yang terbatas,  namun tindakan kecil ini sungguh bermakna, baik bagi para frater unit Efrata maupun umat yang dijumpai di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan ini dibuat untuk membantu orang-orang kecil yang menderita, turut merasakan penderitaan mereka, dan belajar bagaimana berbagi dari keadaan terbatas.

C.    Tujuan Kegiatan

·         Memberi bantuan berupa sembako kepada masyarakat kecil

·         Menumbuhkan kesadaran misioner para frater unit Efrata, yakni panggilan pengabdian kepada orang-orang kecil

·         Membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar

D.    Waktu dan Tempat

·         Hari/tanggal           : Selasa, 1 April 2025

·         Jam pelaksanaan   : 19.15 WITA

·         Tempat                  : Lingkungan Gere, khususnya di tiga titik rumah yang sudah ditentukan

E.     Pihak Terlibat

Dua puluh delapan (28) Frater unit Efrata Gere terlibat dalam kegiatan ini.

F.     Sumber Dana

Dana kegiatan amal yang diadakan oleh para frater unit Efrata Gere diperoleh dari hasil mengurangi biaya belanja bulan Maret. Setiap hari Jumat pada bulan Maret, biaya belanja dengan total Rp.400.000 dipotong Rp.100.000 untuk kebutuhan karya amal. Sehingga selama 4 Minggu, para frater berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp.400.000.

G.    Sasaran Penerima Bantuan

            Bantuan ditujukan kepada tiga (3) lansia janda di lingkungan Gere, yakni:

·         Oma Felisia (61 tahun)

·         Oma Kedang (62 tahun)

·         Oma Yuliana (61 tahun)

H.    Bentuk Bantuan

Bentuk bantuan berupa sembako (beras, telur, minyak goreng, ikan kering, kopi, dan gula pasir) serta bantuan lain seperti sabun mandi.

I.       Hasil dan Gambaran kegiatan

Pukul 19.15 para frater meninggalkan unit dan bergerak menuju ke lokasi rumah yang sudah ditentukan sebagai sasaran penerima bantuan. Para frater dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing beranggotakan 9 dan 10 orang.

Kegiatan ini secara keseluruhan berjalan dengan baik sesuai target dan rencana awal. Mereka yang dikunjungi oleh para frater merasa sangat terbantu dengan bantuan sembako itu, terutama dalam memenuhi kebutuhan harian mereka. Ucapan terima kasih terus diucapkan di sela-sela percakapan kami dengan mereka. Bahkan ada yang harus menjatuhkan air mata karena terharu dengan pemberian yang diberikan. Mereka merasa terbantu dan sangat bersyukur oleh karena kehadiran kami dan bantuan yang diberikan.

Dalam keadaan seperti itu kami saling memberikan penguatan dan memberi mereka harapan untuk tetap semangat dalam menjalani hidup. Percakapan kami dengan mereka cukup panjang dikemas pula dalam suasana canda-tawa. Hingga akhirnya kami harus kembali ke unit kami, tepatnya pukul 20.10.

J.      Penutup

Demikian laporan ini dibuat sebagai sebuah dokumentasi dan Evaluasi di masa mendatang. Sekiranya, kegiatan ini menjadi contoh baik untuk banyak orang, terutama untuk menumbuhkan kesadaran dan kepekaan terhadap orang-orang kecil. Sebab bantuan sekecil apa pun itu akan sangat berdampak besar pada orang yang hendak ditolong.

Foto:









Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...