Langsung ke konten utama

Anggota Unit Efrata Gere Pungut Sampah Plastik Bersama

 



Anggota Unit Efrata Gere Pungut Sampah Plastik Bersama

Anggota Unit Efrata Gere melakukan kerja bakti pemungutan sampah plastik bersama di sepanjang jalan raya Ledalero-Ribang pada Sabtu, 29 Meret 2025. Lokasi pemungutan sampah yang menjadi tanggung jawab unit Efrata dimulai dari jalan di depan gerbang IFTK Ledalero dan berakhir di depan SD Ribang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Seksi PU (pekerjaan umum) komunitas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sebagai bentuk teladan kepada masyarakat umum untuk menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap alam sekitar yang sedang terluka. Dalam kegiatan itu terdapat 9 unit Fraters yang dilibatkan dalam program tersebut, salah satunya Unit Efrata Gere.

Rombongan Efrata yang berjumlah 28 orang tersebut mulai bergerak ke lokasi pemungutan sampah pada pukul 08:15. Cuaca pagi yang cerah pada waktu itu turut memacu semangat para frater unit Efrata untuk giat melaksanakan pekerjaan mereka. Terlihat jelas dari wajah mereka yang begitu antusias dan tangan-tangan mereka yang cekatan saat memilah sampah.

Dalam proses pemilihan sampah, ada begitu banyak sampah plastik yang berceceran di pinggiran jalan, sampah-sampah plastik seperti botol-botol plastik, bungkusan permen dan cemilan, kantong-kantong plastik bekas dan sejenisnya ditemukan baik di dalam selokan maupun di pinggir jalan, bahkan para frater harus menggunakan kayu kecil untuk mencungkil sampah-sampah plastik yang sudah tertimbun tanah. Frater Jhon Sogen selaku Ketua unit Efrata terus memberi instruksi agar tidak melewatkan sampah-sampah plastik itu, “Usahakan supaya sampah-sampah plastik itu tidak ada yang terlewatkan, kerja dengan serius” tegasnya kepada para anggota unit.

Sampah-sampah plastik yang sudah dipilah itu kemudian dimasukkan ke dalam karung sampah berukuran sedang yang sudah disiapkan oleh seksi PU komunitas. Karung-karung itu dijinjing sepanjang perjalanan. Ada yang bertugas untuk memilah sampah dan ada yang bertugas untuk menjinjing karung, cara itu cukup efektif untuk meringankan dan melancarkan pekerjaan dengan baik. Pekerjaan pun diselesaikan dengan cepat oleh para frater. Lingkungan pinggir jalan raya dan selokan air yang tadinya kotor sudah terlihat bersih dari sampah-sampah plastik.

“Sampah-sampah plastik yang sudah dikumpulkan akan di bawah ke unit, setelah itu petugas PU akan mengangkut sampah-sampah itu dengan truk untuk di bawah ke TPA Nangaraso.” Jelas ketua unit ketika ditanyai oleh Fr. Martin Lamaroang. 

Di samping itu melalui kegiatan pemungutan sampah ini diharapkan agar setiap anggota komunitas SVD (Serikat Sabda Allah) menaruh kepekaan yang besar terhadap lingkungan, yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan di unit-unit fraters, membuang sampah pada tempatnya dan merawat keutuhan alam ciptaan. Program ini juga menjadi salah satu edukasi yang baik untuk masyarakat umum dalam sikap mereka menjaga kebersihan lingkungan.

Peliput: Tim Akademik





 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...