Langsung ke konten utama

Para Frater Wisma Efrata Rekreasi Bersama Anak-anak Truk F

 




Para Frater Wisma Efrata Rekreasi Bersama Anak-anak Truk F

        Minggu, 9 Maret 2025, menjadi hari yang penuh keceriaan bagi anak-anak Shelter Truk F. Para Frater Wisma Efrata mengadakan kegiatan rekreasi bersama di Pantai Krokowolon, yang tidak hanya menyuguhkan keseruan, tetapi juga sarat dengan nilai kebersamaan dan persaudaraan. Kegiatan ini merupakan program dari seksi JPIC Fratres Ledalero yang dipercayakan kepada para frater wisma Efrata. Kegaiatan ini diawali dengan misa bersama di Truk F, dipimpin oleh P. Kharis Djuwa, SVD, sebagai pembuka acara yang penuh makna.

        Sr. Ikha, pemimpin Shelter Truk F, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para frater yang telah meluangkan waktu untuk mengadakan rekreasi ini. “Terima kasih banyak kepada para Frater yang telah menyediakan waktu untuk anak-anak Shelter. Mereka sangat senang karena sudah hampir dua bulan tidak ada kegiatan rekreasi seperti ini,” ujar Sr. Ikha dengan penuh semangat.

        Frater John Songen, Ketua Unit Efrata, mengajak anak-anak Shelter untuk lebih terbuka dan tidak malu-malu saat berinteraksi dengan para frater. “Ini adalah kali pertama kita mengadakan rekreasi bersama. Saya harap adik-adik bisa lebih akrab dan tidak canggung saat berkomunikasi dengan para frater, baik di pantai maupun setelah kegiatan ini,” pesan Frater John. Setelah misa, rombongan berangkat menuju Pantai Krokowolon menggunakan mobil dari seminari dan Truk F. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA. Kegiatan di pantai dipandu oleh Frater Steven Jadur sebagai seksi acara.

        Di bawah rindangnya pepohonan dan ditemani suara ombak yang menenangkan, para frater dan anak-anak Shelter memulai kegiatan dengan duduk melingkar untuk mendengar arahan dari Fr. Charlos Makung, seksi kerasulan, tentang tema sharing yang akan dilakukan.

    Kegiatan sharing dilakukan dalam enam kelompok kecil, dengan suasana yang santai dan menyenangkan. Beberapa kelompok memilih berdiskusi di atas pasir sambil menikmati pemandangan laut, sementara yang lain memilih tempat teduh di bawah pohon atau di bale-bale pantai. Meski waktu sharing hanya 45 menit, antusiasme dan kegembiraan anak-anak Shelter terlihat jelas. Tawa riang sesekali terdengar dari setiap kelompok, menandakan kebahagiaan mereka.

        Usai sesi sharing, kegiatan dilanjutkan dengan rekreasi terpimpin yang dipandu oleh Frater Lodri Hurint dan Frater Sean Leon. Mereka memimpin nyanyian bersama dan permainan seru yang diikuti dengan hukuman lucu, seperti joget atau membuat “kata-kata hari ini”. Suasana pun semakin meriah, dipenuhi tawa dan keakraban antara para frater dan anak-anak Shelter.

        Setelah rekreasi terpimpin, seluruh peserta menikmati makan siang bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rekreasi bebas. Ada yang asyik bermain uno, kartu, futsal, voli, atau sekadar berenang dan menikmati suasana pantai. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 17.00 WITA, sebelum akhirnya para frater dan anak-anak Shelter kembali ke komunitas masing-masing dengan hati gembira dan kenangan indah yang tak terlupakan.

        Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen refreshing, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan antara para frater dan anak-anak Shelter Truk F, menciptakan memori indah yang akan terus dikenang.

Peliput    : Fr. Sean Leon

Editor     : Tim Akademik 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...