Langsung ke konten utama

"Perayaan Ulang Tahun Unit: Menyatukan Persaudaraan dalam Semangat Santo Vinsensius a Paulo"

 



Setiap tahun, pada tanggal yang sama dengan hari peringatan Santo Vinsensius a Paulo, Unit Gere mengadakan perayaan ulang tahun yang penuh makna. Perayaan ini menjadi momentum istimewa yang menghadirkan persaudaraan yang semakin erat di antara anggota unit.

Pada pagi yang cerah dan bersahaja, semua anggota unit berkumpul di kapela dengan hati yang penuh sukacita untuk mengadakan misa bersama, memperingati Santo Vinsensius a Paulo dan sekaligus ulang tahun unit. Suasana yang khusyuk dan penuh kebersamaan mengisi ruangan saat doa-doa diucapkan dan nyanyian rohani mengisi udara, menciptakan ikatan spiritual yang kuat di antara anggota unit. Ini adalah awal yang sempurna untuk suatu semangat yang baru.

Pada sore harinya, semua anggota unit bersatu dalam semangat kerja sama untuk menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk perayaan malam bersama. Dekorasi indah, hidangan lezat, dan detail-detail lainnya dikerjakan bersama-sama. Setiap langkah adalah wujud dari persatuan dan komitmen untuk membuat perayaan ulang tahun ini tak terlupakan.

Matahari merayap menuju ufuk barat, malam pun tiba. Pukul 19:15, semua anggota unit berkumpul di kamar makan unit dengan sorak-sorai kegembiraan. Pater Ignas Ledot, prefek unit, hadir bersama seluruh anggota unit. Ruangan yang biasa menjadi tempat makan sehari-hari kini terlihat begitu istimewa dengan dekorasi ulang tahun yang menawan. Putra dan kawan-kawan menjadi sorotan di balik keindahan dekorasi itu karena mereka sudah menuangkan serpihan dari jiwa seni mereka pada acara ini.

Acara dimulai dengan doa pembuka yang penuh makna, mengingatkan semua anggota unit tentang nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar persaudaraan . Kemudian, lagu selamat ulang tahun dinyanyikan dengan penuh semangat, mengisi ruangan dengan kebahagiaan. Pater Ignas Ledot memberikan sambutan singkat yang memotivasi semua anggota unit untuk terus menjaga persatuan dan persaudaraan dalam unit. Kemudian, santap malam bersama dimulai, di mana hidangan lezat disantap sambil berbincang-bincang akrab.

Tidak hanya itu, Frater Vian Meta mengambil peran sebagai MC dalam acara ini dengan cerdasnya. Dia memandu rekreasi bersama, yang mencakup sesi goyang yang mengocok perut semua orang. Semua anggota unit berkumpul di Tengah ruangan dan mulai berjoget, membagikan tawa dan kebahagiaan. Tawa dan keceriaan memenuhi ruangan selama rekreasi ini.

Perayaan ulang tahun unit berlangsung hingga larut malam, tepat pukul 22:30. Meskipun lelah, senyum dan kebahagiaan terpancar di wajah setiap anggota unit. Ini adalah bukti bahwa perayaan ini lebih dari sekadar acara ulang tahun; ini adalah momen yang menguatkan persaudaraan di antara anggota unit.

Santo Vinsensius a Paulo, yang menjadi sumber inspirasi bagi Unit Gere, pasti akan tersenyum melihat persaudaraan yang semakin tinggi di antara anggota unit. Perayaan ulang tahun yang penuh makna ini bukan hanya tentang merayakan tahun baru, tetapi juga tentang merayakan persatuan, kebersamaan, dan tekad untuk terus berjalan bersama dalam semangat yang kuat. Dengan suara nyaring, seorang senior dalam unit, Yon Nepa, berkata, "Kita adalah satu keluarga, dan persaudaraan kita akan selalu memandu langkah-langkah kita di masa depan." Itu adalah bukti nyata bahwa perayaan ulang tahun ini adalah lebih dari sekadar acara; ini adalah pengikat yang kuat dalam perjalanan rohani anggota unit.

Kisah perayaan ulang tahun unit ini adalah cerminan dari semangat persaudaraan yang tumbuh di antara anggota. Di bawah naungan Santo Vinsensius a Paulo, mereka terus bersatu dalam cinta, pengabdian, dan kebahagiaan yang semakin utuh. (SJ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...