Tim
Efrata berhasil menaklukkan Rafael dengan skor 3-1dalam turnamen pesta famili
(pesfam) Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Kamis (25/082022), pukul 17.30
Wita di Lapangan Wairpelit.
Pada
babak pertama, kedua tim saling menyerang, tetapi Rafael lebih dulu membobol
gawang Efrata melalui tendangan bebas Bate Aelridus di menit ke-10. Kedudukan
1-0 ini tidak membuat anak-anak asuhan P. Anton Camnahas, SVD dan P. Baal
Rengga Ado, SVD ini kalah semangat, tetapi justru meningkatkan performanya di
lapangan hijau. Menjelang akhir babak
pertama, Seles Kanaf melakukan tendangan dari pojok kiri, tetapi kurang
dimanfaatkan dengan baik oleh sang kapten Brian Lagaor. Tendangan Brian
mengenai mistar gawang dan berhasil diselamatkan oleh penjaga gawang Rafael,
Yono Blolon. Peluang ini membuat Efrata semakin optimis bahwa mereka bisa
membobol gawang Rafael. Babak pertama
berakhir dengan skor 1-0.
Di babak kedua, pelatih Efrata Fr. Andy
Denatalis, menukar posisi Bily Leton yang bermain sebagai bek kanan di babak
pertama dengan Farid yang bermain di posisi sayap kanan. Pola formasi ini
membuat Efrata berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui
tendangan keras Raymon Mbenga di dalam kotak penalti.
Permainan
semakin memanas. Anak-anak asuhan P. Amandus Klau, SVD berusaha menyerang dan mengungguli Efrata, tetapi Efrata sepertinya selalu
menguasai bola dan menciptakan banyak peluang. Namun, peluang-peluang itu
kurang dimanfaatkan baik oleh striker,
Yoan Sosu. Karena itu, di pertengahan babak kedua, Andy Denatalis menukar
posisi Yoan dengan Raymon yang bermain sebagai gelandang penyerang. Sedangkan
Bily dan Ino baku tukar di sayap kiri dan kanan. Formasi ini membuat Efrata
kembali menelurkan gol di gawang Rafael melalui tendangan kaki kanan Bily Leton
dari sudut garis enam belas. Dengan demikian skor sementara 2-1. Rafael mencoba
melakukan serangan balik, tetapi penjaga gawang Efrata, Piu dengan mudah
menepis dan menyelamatkan bola.
Menjelang
akhir babak kedua, Bily Leton kembali membobol gawang Rafael melalui tendangan
keras dari sudut kanan garis enam belas. Gol ini disambut dengan gembira baik oleh pemain maupun suporter Efrata. Bahkan saking gembiranya, Alfred Nggawo berlari ke tengah lapangan sambil melambaikan baju di atas kepalanya. Skor 3-1 bertahan hingga babak kedua
usai. Pertandingan sistem gugur ini
membuat Rafael harus gulung tikar lebih awal dari turnamen pesfam Seminari Tinggi
St. Paulus Ledalero, kecuali sebagai penonton.


.jpeg)

Komentar
Posting Komentar