(Sian-Orlis yang mengenakan kostum hitam sedang melakukan servis ke Fandi-David)
Efrata kembali bertemu Nitapleat pada
perlombaan in door pesfam Seminari
Tinggi St. Paulus Ledalero, Jumat (26/08/
2022) pukul 20.30 Wita, di aula St. Thomas Aquinas Ledalero.
Kali ini
kedua unit berlaga di dua bidang olahraga in door,
yakni partai ganda badminton dan partai tunggal tenis meja. Di partai ganda
badminton, Efrata kembali mengutus Sian yang juga bermain di partai tunggal,
duet dengan Orlis kontra Fnadi-David. Set pertama, Fandi-David yang main dengan
pola bertahan menang dengan skor akhir 21:19. Kemenangan di set pertama ini
membuat para supporter Nitapleat semakin optimis bahwa jagoannya bisa menang
atas Sian-Orlis. Namun siapa sangka, di set kedua pelatih badminton Efrata,
Roni Subun meminta Sian-Orlis mengubah pola permainan dari sistem bertahan
menjadi sistem menyerang. Orlis dipasang di depan untuk menguasai bola pendek,
sedangkan Sian menguasai bola panjang di belakang. Sedangkan, maneger Epi
mewanti-wanti Sian-Orlis agar selalu mencari titik kelemahan lawan saat
bermain.
Pola permainan ini membuat Sian-Orlis menang telak
di set kedua dengan skor akhir 21: 9. Di set ketiga atau set penentu,
Sian-Orlis tetap bermain konsisten dengan pola menyerang. Pola ini membuat Orlis dengan mudah menguasai
bola pendek, sedangkan Sian dengan mudah mencari titik kelemahan lawan.
Ditambah dengan teriakan para supporter Efrata yang membuat mereka semakin
semangat membantai Nitapleat. Alhasil, di set ketiga ini Efrata kembali menang atas
Nitapleat dengan skor akhir 21:13.
Meskipun Efrata merayakan kemenangan di partai
ganda badminton, mereka juga harus
mengakui kekalahan dari Nitapleat di partai tunggal tenis meja. Raldi yang
merupakan utusan dari Efrata yang biasa
dijuliki black horse itu, harus
menelan pil kekalahan dari Urbanus. Kekalahan Raldi di partai tunggal
dikarenakan selama ini dia tidak pernah mengadakan latihan, tetapi langsung turun main di partai
tunggal tenis meja.
Efrata kalah telak dengan skor dua kosong. Walaupun
kalah bukan berarti tanpa ada perlawanan. Raldy hampir dapat melanjutkan
permainan sampai set ketiga hanya Raldy kurang beruntung malam ini maka
perwakilan dari unit Nitapleat bisa meraih poin penuh.
Kemenangan malam ini membuat semangat
dari unit Efrata Gere semakin ‘berapi-api’ untuk bisa terus menang dalam
pertandingan berikutnya. Sementara kekalahan malam ini, menjadi satu motivasi
untuk terus berusaha menjadi lebih baik. Dalam sebuah pertandingan pasti selalu
ada menang dan kalah, tetapi sportivitas tetap harus dijunjung tinggi. Semoga
unit Efrata tetap semangat untuk terus merebut poin-poin di perlombaan
berikutnya. (Nepa)



Terbaik. Efrata menyala 🔥
BalasHapus