Langsung ke konten utama

Efrata Bantai Agustinus dengan Kejam di Tiga Cabang Olahraga ini

Aula St. Thomas Aquinas kembali digemparkan oleh suara para frater dari setiap unit yang meneriakkan dukungan kepada jagoannya yang bertanding di cabang olahraga in door turnamen pesfam Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Rabu (31/08/2022), pukul 20.00 Wita. Sebagaimana jadwal yang dibuat oleh seksi olahraga komunitas Seminari Tinggi Ledalero, malam ini Efrata Gere bertemu Agustinus di empat cabang olahraga, yakni partai ganda bulu tangkis, partai tunggal bulu tangkis, partai ganda tenis meja, dan tarik tambang. Dari empat cabang olahraga itu, Efrata membantai Agustinus dengan kejam di tiga cabang, yakni bulu tangkis tunggal, bulu tangkis ganda dan tarik tambang. 


Partai Ganda Bulu Tangkis 


Efrata menang telak atas Agustinus di partai ganda bulu tangkis dengan skor akhir 2:0. Pebulu tangkis ganda dari Agustinus, Richard-Manek harus mengakui kekalahannya dari Pater Ignas-Pater Anton. Dari segi kualitas permainan, Richard-Manek memang tidak pantas melawan kedua pemain senior yang biasa bergaul dengan raket di lapangan bulu tangkis. Selama pertandingan berlangsung, Richard-Manek terkesan kurang tenang sehingga sering kali melakukan kesalahan dan tidak bisa menerima pukulan keras dari Pater Ignas-Pater Anton. Sebaliknya, Pater Ignas-Pater Anton bermain dengan tenang dan santai. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, Efrata menyingkirkan Agustinus dari lapangan bulu tangkis. 


Partai Tunggal Bulu Tangkis


Di partai tunggal bulu tangkis, Efrata kembali merayakan kemenangan atas Agustinus. Pebulu tangkis Efrata, Piu bermain dengan gemilang dan semangat, sehingga ia dengan mudah mengalahkan pebulu tangkis Agustinus, Rano Luku. Meskipun set pertama, poin kedua pemain saling kejar, namun di posisi 17 sama Piu berhasil lebih dulu mencapai skor akhir. Dengan demikian, skor akhir set pertama adalah 21:17. Di set kedua, Piu semakin meningkatkan performanya di lapangan. Tambah lagi teriakan dari para suporter sungguh membakar semangat dan menambah kekuatan pukulannya. Karena itu, ia berhasil mengungguli Rano dengan skor akhir 21:16. 


Tarik Tambang


Di cabang tarik tambang, Agustinus kembali tunduk di hadapan Efrata. Skor 2:0 diraih Gere hanya dengan dua tarikan "main-main". Anak-anak asuhan P. Ito Dogho itu seharusnya sadar bahwa Efrata bukan lawan yang seimbang di cabang tarik tambang, sebab Efrata pernah menyingkirkan Helena yang anggotanya berbadan besar semua, dan yang sebelumnya pernah mengalahkan Agustinus. Namun hal yang dibanggakan dari Agustinus yang sering dijuluki black eagle itu adalah keberaniannya. Mereka berani melawan Efrata, meskipun sudah tahu kalau Efrata adalah tim terkuat di cabang tarik tambang. 

Tim Efrata sedang beradu kekuatan dengan Agustinus di cabang tarik tambang 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”

  “Hujan Gol di Wairpelit: Efrata FC Mengamuk, Smile FC Tersungkur 6–3!”      Pertandingan penuh tensi tersaji dalam ajang internal Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada Senin sore, 30 Maret 2026 di Lapangan Wairpelit. Di bawah langit yang mulai meredup dan sorakan penonton yang menggema, Efrata FC tampil luar biasa dengan menundukkan Smile FC dengan skor meyakinkan 6–3 dalam laga yang sarat emosi dan determinasi.      Sejak menit awal, Efrata FC langsung menunjukkan intensitas tinggi. Aliran bola cepat, pressing ketat, dan kerja sama yang solid membuat Smile FC tertekan. Waldus menjelma menjadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan dengan torehan tiga golnya yang lahir dari ketajaman insting dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Setiap golnya disambut gemuruh penonton yang semakin membakar semangat tim.      Tak hanya Waldus, Ois dan John juga tampil gemilang. Keduanya menambah pundi-pundi gol sekaligus memastikan dominasi Efrata t...

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya

Refleksi Tentang Rumah Efrata dan Pengalaman yang Menyertainya "Rumah" sebuah istilah kompleks yang sarat makna. "Rumah" dalam bahasa Inggris merujuk pada dua kemungkinan yang bergantung pada konteks pemakaian kata tersebut, yakni ' House ' diartikan sebagai sebuah bangunan (fisik) tempat orang dapat berteduh dan ' Home ' lebih merujuk pada situasi, suasana yang mana seseorang merasa betah dan nyaman dalam satu family (keluarga), itulah mengapa orang katakan  home sweet home , suasana rumah yang penuh kasih dan sayang, tempat orang-orang berjumpa dalam cinta. Karena itu, katakan saja 'Efrata is our home'.  Rumah Efrata sebuah tempat yang bukan sekadar bangunan fisik melainkan juga berjiwa. Jiwa sebuah rumah datang dari atmosfer yang dibangun oleh para penghuninya, jiwa memberikan warna pada tubuh fisik sebuah rumah. Misalnya, sebuah rumah dengan halaman bunga kering, orang bisa memperoleh gambaran diri para penghuninya. Sebaliknya, halaman r...

Umpan, Serang, dan Gol!

Efrata-News, 30 Agustus 2020. Motivasi ini merupakan tekad bulat dan basis utama dari sosok kapten tim Meja 3,   Fr. Tino Herin, yang menjadi pahlawan kemenangan membekuk tim Meja 2 dengan skor tipis 4-3. Raihan poin penuh dibawa pulang lewat kemenangan dramatis yang dicetak sang kapten sendiri. Fr. Tino Herin menjadi mimpi buruk yang mengubur harapan Meja 2. Mentalnya yang kuat kembali dibentuk, usai pekan lalu dilibas 12 gol oleh tim Meja 4. (Meja 2 vs Meja 3) Sang kapten mengatakan bahwa, mereka layak menang karena telah bekerja keras dan membentuk spirit “kesetanan” dalam tim, berupa “umpan, serang, dan gol”. Fr. Tino Herin menularkan gelora semangat kepada rekan setimnya untuk wajib menang. Alhasil, spirit tersebut terwujud. Tim Meja 3 pun terhindar dari kekalahan beruntun. Lain halnya dengan Fr. Tino Herin, kapten Meja 2 Fr. Dus Puka tertunduk lesu usai upaya berbagi angka menjadi pupus, lantaran kecolongan di menit-menit akhir pertandingan. Namun, Fr. D...