Pengantar
Keluarga
adalah salah satu faktor luar yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan individu. Keberadaan dan kehadiran keluarga adalah sesuatu yang
sangat penting dalam proses pembentukan kepribadian seseorang. Perwujudan diri
(self-actualization) seorang anak
akan mencapai pemenuhan tertinggi ketika anak diberikan cinta, kasih sayang,
dan pola asuh yang baik yang sesuai dengan perkembangan anak. Artinya bahwa
keluarga harus benar-benar menyediakan tempat yang aman dan nyaman untuk proses
perwujudan diri seorang anak.
Film Courageous menampilkan bagaimana keluarga, dalam hal ini orangtua
sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi seorang anak. Ketika anak
kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtua maka sudah tentu perkembangan
psikologi seorang anak akan terhambat. Film ini lebih memberikan tekanan kepada
sosok ayah di dalam sebuah keluarga, di dalam sebuah rumah. Ayah mestinya hadir
sebagai kepala keluarga yang baik, bukan hanya berusaha memenuhi kebutuhan
fisik keluarga, tetapi juga berusaha memenuhi kebutuhan psikis anggota keluarga
yang lainnya terutama anak.
Proses perkembangan kepribadian
seorang anak tidak akan berjalan dengan baik ketika keluarga (orangtua) tidak
atau lupa menjalankan tugas dan perannya sebagai agen sosialisasi. Umumnya
orangtua baru menjadi sadar akan tugas dan perannya ketika berhadapan dengan
kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan. Inilah yang terjadi
dan dialami oleh para tokoh utama dalam film Courageous. Berhadapan dengan berbagai kenyataan pahit yang terjadi
di dalam hidup masing-masing, para tokoh utama dalam film ini (Nathan Hayes, Adam
Mitchell, Shane Fuller, David Thompson, dan Javier Martinez) selanjutnya
menyadari kekurangan masing-masing, berusaha untuk memperbaiki diri, dan
kemudian membangun kembali hubungan baik dengan orang tercinta yang selama ini
kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian.
Baca juga: Dead Poets Society: Sebuah Perjalanan Menuju Carpe Diem | Paskal Kedang
Isi Ringkas Film
Film Courageous merupakan sebuah film bergenre drama yang berkisah
tentang empat orang polisi yang bertugas di Albany. Mereka adalah Nathan Hayes,
Adam Mitchell, Shane Fuller, dan David Thompson. Empat orang polisi ini
dihadapkan pada dua tugas dan tanggung jawab yang sama-sama penting, yaitu
menjaga keamanan kota tempat mereka tinggal sekaligus menjadi ayah untuk anak-anak
mereka. Hadir bersama dengan mereka juga seorang tokoh yang lain, seorang pria
beriman bernama Javier Martinez. Masing-masing tokoh dihadapkan pada persoalan
dan masalah hidup yang berbeda-beda. Film ini diawali dengan peristiwa Nathan
yang nyaris kehilangan anaknya. Kisah lain yang selanjutnya mengikuti adalah
Javier yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan membuatnya bingung tentang
bagaimana ia harus menghidupi keluarganya, David yang mengenang kelam masa
lalunya dan puterinya yang lahir d luar nikah, Shane yang harus bercerai dengan
isterinya kendatipun ia masih menyimpan cinta yang dalam, dan Adam yang harus
kehilangan puterinya, Emily.
Pengalaman pahit yang menimpa hidup
mereka mendorong Adam untuk melakukan perubahan di dalam hidup. Ia tidak berjalan
sendiri. Ia juga mengajak teman-temannya yang lain untuk membuat resolusi,
menyatakan komitmen mereka masing-masing untuk memulai hidup baru dengan
berusaha untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anak mereka. Sebuah perjalanan
yang dimulai dengan keberanian dan selalu diserahkan ke dalam bimbingan tangan
Tuhan selalu memberi buah yang baik dan begitulah perubahan yang dialami oleh
kelima tokoh utama itu sekalipun dalam perjalanan Shane Fuller mengkhianati
janji dan komitmen yang telah dibuatnya.
Komentar terhadap Film
Secara
keseluruhan, film Courageous berisi
kisah tentang keberanian, sebuah langkah awal bagi setiap keinginan untuk
berubah. Perubahan yang terjadi dalam hidup mereka adalah buah yang mereka
dapatkan atas aksi keberanian mereka dalam menghadapi kenyataan hidup yang
pahit dan menyakitkan. Melalui berbagai pengalaman berkumpul bersama, mereka
saling berbagi dan selalu berusaha untuk saling menguatkan dan memberi jalan
bagaimana mereka harus bersikap untuk anak-anak dan isteri mereka. Mereka
selalu berusaha untuk memecahkan setiap persoalan hidup secara bersama, tidak
pernah sendiri. Dan inilah salah satu kekuatan yang menjadi pesan dari film
ini.
Film ini mengandung pesan moral yang
sangat membantu untuk memberikan pemahaman terhadap orangtua, terkhusus sosok
ayah. Di tengah kesibukan menyiapkan dan memenuhi kebutuhan fisik seluruh
anggota keluarga, ayah tidak boleh lupa bahwa ada kebutuhan lain yang sengat
mendesak dan penting, yaitu kebutuhan psikis. Anak perlu mendapatkan dukungan
dalam bentuk apa saja supaya dapat berkembang secara baik. Dukungan yang
diberikan dapat dimulai dengan cara sederhana semisal selalu berusaha untuk
hadir bersama dengan anak-anak dan berusaha memahami apa yang menjadi keinginan
dan kebutuhan mereka. Tidak perlu ada tindakan yang terlalu mengekang kebebasan
anak sebab anak akan merasa dibatasi ruang geraknya. Ini boleh jadi akan
menghambat perkembangan anak, terlebih anak remaja yang sedang dalam masa
transisi menuju dewasa.
Ada hal lain yang menjadi pesan dari
film ini untuk ayah. Hendaknya seluruh usaha dan perjuangan untuk memberi
kebahagiaan bagi keluarga selalu berlandaskan kejujuran. Kasih sayang dan
perhatian yang diberikan hendaknya lahir dari hati yang jujur, tidak karena
terpaksa. Setiap pekerjaan yang dilakukan demi memenuhi kebutuhan fisik anggota
keluarga harusnya dilakukan dengan jujur meskipun untuk itu ada hal-hal
tertentu yang harus dikorbankan. Dengan bertindak demikian, anak telah diberi
bekal tentang nilai hidup yang baik.
Semua tindakan yang dilakukan dengan berlatarkan ketulusan dan kejujuran untuk
mendatangakan kebahagiaan selalu mendapat jalannya sebab Tuhan tidak pernah
menutup mata untuk itu.
Rumah bukan hanya soal bangunan.
Rumah juga bukan hanya tentang siapa saja yang tinggal di dalamnya. Dia lebih
kepada tradisi, lebih kepada bagaimana nilai-nilai ditanamkan di dalamnya dan
diwariskan terus menerus kepada semua penghuninya. Rumah adalah tempat di mana
hati penghuninya berada, tak peduli seberapa jauh jarak kita dengan rumah.
Rumah seharusnya selalu menjadi alasan paling utama mengapa orang mesti pulang.
Sebab tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang sama persis dengan rumah.
Rumah adalah tempat yang paling mengerti dan memahamai arti sebuah kenyamanan
untuk yang mendiaminya.
Baca juga: Moke dari Orinmude | Rommy Sogen
Mantap ee no
BalasHapusTerima kasih e🙏
Hapus