![]() |
| (Efrata FC kostum kuning - Nitapleat FC kostum hijau) |
03 September 2020
Skuad unit Efrata Gere harus menelan pil
pahit usai kekalahan dari unit Arnoldus dengan skor 1-2 dalam laga kompetisi
menyongsong pesta keluarga Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero pada 8 September
mendatang.
Mirisnya, kekalahan ini terjadi di kandang
sendiri. Tim tamu sukses mempecundangi tim besutan Ondik Darman, sekaligus
mendesakralisasi kandang tuan rumah yang sebelumnya terkenal “keramat” di mata
lawan.
Gagal meraih poin penuh tentu amat di lapangan
sendiri tentunya menyisakan kekecewaan. Para pendukung tuan rumah lantas tak
bisa menyembunyikan raut kekesalan mereka atas kekalahan tim
.
Dalam laga tersebut, Charlie “Acong” patut
menyandang sebagai man of the match karena aksinya yang kerap merepotkan
lini pertahanan tuan rumah, yang dikawal oleh Cokro Mbenga. Tak hanya itu,
Acong juga turut menyumbangkan sebiji gol, yang menjadi penentu kemenangan. Gol
lain dicetak oleh Salvus di paruh pertama pertandingan. Tuan rumah hanya mampu
membalas lewat gol Iwad Mara.
![]() |
| (Fr. Fanto selaku wasit memberika pengarahan) |
Jalannya Pertandingan
Sebelum menjalani laga, kedua tim
menurunkan pemain terbaik mereka. Di kubu tim tamu, menurunkan starter, yang
meliputi Chan Setu, Salvus Mite, Enti Daga, Yeris Jagong Rio Monis, dan Vinsen Wejo. Adapun tim tamu,
memainkan Tino Herin, Cokro Mbenga, Iwad Mara, Ryan Ndae, Roy Ndaing, dan Mike
Male. Di atas kertas, masing-masing tim memiliki komposisi pemain yang sama
kuat dan sama tangguh.
Sesaat sesudah kick off dimulai,
kedua tim langsung membangun dan membentuk serangan. Tuan rumah ngotot
menyerang di paruh pertama laga. Di lini depan, striker Roy Ndaing sempat
membuka beberapa peluang, namun masih kurang efektif dan tidak dikonversi
dengan baik. Hal tersebut harus dibayar mahal, karena tim tamu sukses unggul
terlebih dahulu lewat skema serangan balik, yang dikreasi oleh Chan menuju
Salvus, yang kemudian langsung berbuah gol. Tim tamu berhasil menjebol gawang
tuan rumah, yang dikawal oleh Tino Herin.
Gol tim tamu menjadi lecutan bagi tuan
rumah. Serangan dikreasi secara bertubi-tubi. Beberapa peluang yang tercipta
tetap tidak dimanfaatkan dengan baik. Kerja sama apik di lini depan kurang
kooperatif, karena masih mengandalkan kemampuan individu, dan enggan untuk
berbagi bola. Namun, gol tuan rumah tercipta lewat sepakan Iwad Mara yang
berposisi sebagai pemain tengah menjelang turun minum. Babak pertama berakhir
dengan skor 1-1.
![]() |
| (Kompak itu kami, Efrata FC) |
Usai jeda turun minum, rotasi pemain dari
kedua kubu terjadi secara massal. Paling disoroti, masuknya striker mumpuni tim
tamu, Acong, Minggus di posisi sayap, dan kreator lini tengah Randy Max. Di
pihak tuan rumah, terdapat Ryan Odel yang berposisi sebagai striker utama, ditopang
oleh Yos Bataona dan Antoni Kaka. Perombakan skuad di babak kedua bertujuan
untuk mengincar kemenangan sekaligus menambah pundi-pundi gol.
Selama babak kedua berlangsung, skema
permainan tidak lagi dikendalikan oleh tuan rumah. Tim tami mampu mendominasi
pertandingan. Buktinya, terdapat 8 tembakan yang diciptakan oleh tim tamu, dengan
3 tembakan mengarah ke gawang. Tuan rumah hanya mampu mencatatkan 6 tembakan, 2
tembakan mengarah ke gawang di paruh kedua.
Tentu, jual beli serangan tetap berlangsung
sengit. Namun, dewi fortuna belum berpihak pada skuad Efrata Gere. Mereka harus
bertekuk lutut usai si bundar berhasil dilesakkan oleh Acong ke gawang yang
dikawal oleh Aris Kapu. Gol terjadi 10 menit menjelang laga usai. Sepuluh menit
tersisa dimanfaatkan sungguh oleh tuan rumah.
Malangnya, faktor kerja sama tim di lini
depan yang kurang apik menjadi sorotan bagi tuan rumah. Adapun barisan pertahanan
tim tamu, yang dikomandoi oleh Rizal “Koja” susah ditembus. Barisan mereka amat
solid dan kompak. Alhasil hingga peluit akhir berbunyi,
skor tetap tidak berubah. Skor 1-2 untuk kemenangan unit Arnoldus.
Perlu Dibenah
Tersisa satu partai untuk dilakoni oleh
unit Efrata, yakni bertandang ke unit Rafael pada Jumat 4 September 2020. Partai
ini bukanlah laga yang mudah untuk dilalui. Namun akan bisa membalikkan
prediksi kemenangan bagi unit Efrata, bila kerja sama tim dibenah khususnya di
lini depan. Pasalnya gol yang diukir tidak terlahir dari kaki para striker,
justru muncul dari ruang lini tengah.
Menyadari hal tersebut, Ondik selaku
pelatih tim, menuturkan, “Barisan tiap di lini perlu dibentuk secara padu, agar
kekompakan dan solidaritas apik bertumbuh kuat dalam tim. Memang disadari, ketajaman
lini depan harus diasah dengan tajam, supaya produktivitas gol berbuah banyak.” (ars).
Baca juga:



Tetap semangat dan sportifitas.
BalasHapusMkasih 😊
Hapus